BPTJ: Jalur TransJakarta Koridor 13 Masih Perlu Pembenahan

   •    Sabtu, 17 Jun 2017 10:44 WIB
transjakarta
BPTJ: Jalur TransJakarta Koridor 13 Masih Perlu Pembenahan
BPTJ meninjau jalur TransJakarta koridor 13. Foto: Humas BPTJ

Metrotvnews.com, Jakarta: Busway Koridor 13 rute Ciledug-Tendean akan diujicobakan pada 22 Juni 2017 atau bertepatan dengan HUT ke-490 Jakarta. Namun, berdasarkan cek lapangan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), masih perlu pembenahan di sejumlah bagian.

"Pembenahan harus dilakukan pada uji laik fungsi jalan, fasilitas tangga portable di halte Puri Beta, serta pemasangan median block dan pulau-pulau untuk pengaturan lalu lintas dengan sistem satu arah," kata Direktur Prasarana BPTJ Risal Wasal, dalam keterangan tertulis, Sabtu 17 Juni 2017.

BPTJ berharap pembenahan itu segera dilaksanakan. Pasalnya, uji coba akan dilakukan dengan mengangkut penumpang. “Uji coba ini harus tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan mengurangi potensi kemacetan," katanya.

Rute Transjakarta koridor 13 merupakan segmen jalan layang (elevated busway) dari Jalan Tendean hingga batas Kota Ciledug. Jalur ini membentang sepanjang 10 kilometer. Pembangunan koridor 13 bertujuan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalur itu.

BPTJ melakukan cek lapangan kemarin. Hasil kajian sebelumnya menunjukkan kecepatan ideal bus TransJakarta di koridor ini berkisar 20-40 kilometer per jam. Waktu tempuh dengan kecepatan itu diperkirakan 35 menit. Lebih cepat jika menggunakan jalur biasa dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.

Baca: TransJakarta Koridor 13, Ciledug ke Tendean Hanya 25 Menit

Pelaksana tugas Kepala BPTJ Bambang Prihartono berharap beroperasinya koridor ini bisa mengurangi kemacetan di jalur itu.

"Bayangkan, jarak sekitar 10 kilometer butuh waktu tempuh hingga 2 jam. Luar biasa macetnya. Dengan selesainya elevated busway semoga bisa lebih lancar, " kata Bambang.

Bambang mengusulkan jam operasional elevated busway ini mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB. Pertimbangannya, kelengkapan lampu penerangan jalan umum (LPJU) pada ruas jalan belum rampung.




(UWA)