Rustam Effendi Kembali Duduki Jabatan Struktural

Nur Azizah    •    Rabu, 10 Jan 2018 18:22 WIB
dki jakarta
Rustam Effendi Kembali Duduki Jabatan Struktural
Rustam Effendi saat mengundurkan diri sebagai Wali Kota Jakarta Utara. 26 April 2016. ANT/Regina Safri.

Jakarta: Rustam Effendi ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Kepala Biro Administrasi Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Rustam merasa harus banyak belajar tentang keuangan daerah.

Rustam tak pernah mengurusi keuangan daerah. Sebelum menjabat sebagai staf ahli gubernur, ia merupakan Wali Kota Jakarta Utara.

"Karena kan saya orang pamong. Jadi ditempatkan di situ (Administrasi Setda) maka harus belajar lagi," kata Rustam di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu 10 Januari 2018.

Rustam siap mendukung administrasi dan keuangan yang ada di birokrasi. Mantan Staf Ahli Anies-Sandi bidang Pengaduan ini mengaku tak tahu menahu terkait pelantikan hari ini.

Ia mendapat informasi secara mendadak. Sekitar pukul 11.00 WIB, Rustam ditelpon untuk datang ke Balai Kota pukul 14.00 WIB.

"Katanya ada pelantikan. Saya masih tenang-tenang saja karena tidak tahu. Rupanya saya juga bagian yang dilantik," tutur dia. 

Disebut Musuh Ahok

Nama Rustam Effendi santer terdengar setelah bersitegang dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Setelah kejadian tersebut, Rustam mengundurkan diri sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Setahun kemudian, Rustam ditunjuk untuk menjadi staf ahli Anies-Sandi. Rustam pun sering disebut sebagai musuh Ahok.

"Saya tidak pernah musuhi Ahok loh. Saya cuma tidak mau gabung dengan Ahok," ungkap Rustam.

Kembalinya Rustam ke jabatan struktural Pemprov DKI Jakarta pun dianggap hal yang wajar. Sebab, setelah mundur dari Wali Kota Jakarta Utara pun ia masih menjadi PNS.

"Saya kan memang masih PNS dari kemarin. Kebetulan sekarang dikasih amanah lagi. Itu bisa kan," pungkas dia.


(DRI)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

23 minutes Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA