Pengajar dari Luar Negeri Ikut Siapkan Calon Penerima Beasiswa

Husen Miftahudin    •    Rabu, 15 Nov 2017 16:09 WIB
pendidikan
Pengajar dari Luar Negeri Ikut Siapkan Calon Penerima Beasiswa
Ilustrasi kegiatan pendidikan, MTVN - M Rizal

Jakarta: Euro Management bersama Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia (YPEI) menginisiasi Gerakan Indonesia 2030 (GI2030). Gerakan yang sudah berjalan hampir dua tahun itu mampu mencetak pemuda Indonesia terampil bahasa asing lewat kursus yang diberikan secara gratis.

Presiden Direktur & CEO Euro Management Bimo Sasongko memandang kemampuan berbahasa asing merupakan dasar untuk memenangkan persaingan di era globalisasi. Pemuda yang terampil bahasa asing tak akan kesulitan menimba ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju.

Terlebih, banyak beasiswa studi ke luar negeri yang ditawarkan pemerintah dan berbagai instansi lainnya. Tentunya, kemampuan berbahasa, minimal Bahasa Inggris, perlu disiapkan untuk mengenyam pendidikan di luar negeri.

Beasiswa GI2030 berupa kursus bahasa Jerman, Prancis, Belanda, Jepang, Inggris, Spanyol, Italia, Mandarin, Korea, dan Rusia. Ada pula persiapan tes bahasa asing gratis seperti TOEFL, IELTS, SAT, GRE, dan GMAT. Juga, ada persiapan studi ke luar negeri secara gratis.

Fasilitas beasiswa diberikan selama satu tahun dan bisa diperpanjang. Beasiswa GI2030 diberikan kepada siswa SMA, mahasiswa, jurnalis, organisasi masyarakat, pegawai negeri sipil/aparatur sipil negara, pegawai BUMN & BUMD, serta guru dan dosen.

Tenaga pengajarnya, ada yang profesional dan dari relawan. Tenaga pengajar profesional jumlahnya 15 orang, digaji per jam dan diakumulasikan selama sebulan. Sementara tenaga pengajar relawan, bekerja sama dengan Indorelawan bersifat volunteer. Tenaga pengajar relawan jumlahnya ada sebanyak 325 orang.

"Karena antusiasme tinggi, resource kita untuk pengajar terbatas, jadi kita mengundang orang-orang yang interested menjadi pengajar. Kita undang mereka menjadi volunteer karena ini kan program tanpa bayar. Mereka bergabung dengan Gerakan Indonesia 2030 ini melalui gerakan relawan, bekerja sama dengan Indorelawan," ungkap Bimo.

Penyediaan tenaga pengajar GI2030 juga didukung oleh Collegeprep Indonesia, Seiko Management Indonesia, Centro De Lengua Espanola Y Cultura Hispana (CELES), dan Japan Student Service Organisation (JASSO). Gerakan ini juga didukung pemerintah dan berbagai organisasi, institusi, dan lembaga nasional seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE), hingga PP Muhammadiyah.

"Sayangnya sampai saat ini belum ada lembaga atau perusahaan BUMN dan perusahaan swasta multinasional di Indonesia yang merespon untuk membantu pendanaan program Gerakan Indonesia 2030. Saat ini pendanaan program Gerakan Indonesia 2030 melalui dana CSR Euro Management Indonesia dan donasi obline yang dikampanyekan lewat jaringan donasi kitabisa.com oleh YPEI," pungkasnya.



(RRN)