Aksi Bela Islam 2 Desember Bakal Digelar di Monas

Ilham wibowo    •    Senin, 28 Nov 2016 13:48 WIB
unjuk rasa
Aksi Bela Islam 2 Desember Bakal Digelar di Monas
Ilustrasi-- Ribuan orang memadati area Masjid Istiqlal usai melaksanakan salat Jumat dan bersiap memulai aksi 4 November di Jakarta, Jumat (4/11)--Antara/Paramayuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Demonstrasi 2 Desember (212) yang bertajuk 'Aksi Bela Islam 3' bakal bergeser dari lokasi semula. Jika semula hendak digelar di Jalan MH Thamrin - Jalan Jenderal Sudirman, diubah di lapangan Monas.

"Kita capai kesepakatan di Monas. Acara digelar pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Kegiatan keagaman zikir, tauziah, doa dan salat Jumat," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Jenderal bintang empat ini memastikan tak akan ada pihak yang dirugikan dengan aksi demonstrasi 2 Desember. Sebab tidak akan memacetakan jalan protokol.

"Kami berterima kasih. Ini tidak melanggar hukum. Saya yakin dengan kehadiran saudara-saudara kita pasti didengar banyak pihak dan dilihat banyak pihak," terangnya.


Kapolri Jenderal Tito Karnavian--MTVN/Lukman

Polri berjanji akan membantu pelaksanaan aksi tersebut. Keselamatan warga merupakan hal utama. "Kita atur parkirnya. Kami akomodir panggung zikir, mengatur tempat wudu, toilet, speaker. Kami berharap kegiatan ini tertib. Mendekatkan diri kepada Allah SWT," terangnya.

Baca: Menuju 212, Ribuan Umat Islam Ikut Tablig Akbar di Surabaya

Sebelumnya, Mabes Polri menegaskan maklumat yang dikeluarkan Kapolri terkait demonstrasi 212 tak dimaksudkan melarang masyarakat menyampaikan aspirasi. Polisi hanya menangkap adanya potensi gangguan kepentingan umum apabila pedemo menggelar salat Jumat di badan Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Sudirman.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri mengatakan, dua jalan di Jakarta Pusat itu merupakan urat nadi lalu lintas Ibu Kota. Jalanan itu juga menjadi jalan nasional yang terletak di jantung Jakarta.

Pedemo, kata dia, diimbau tak mengganggu ketertiban umum. Apalagi, larangan tersebut terdapat dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Artinya ada kewajiban dalam Pasal 6 harus menjaga ketertiban dan ketentraman umum. Tidak boleh melakukan upaya penutupan jalan yang berakibat terganggunya aktivitas," jelas mantan Kapolda Banten ini.

Baca: 2 Desember, GNPF MUI Gelar Aksi Bela Islam III

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) rencananya bakal menggelar aksi Bela Islam III pada 2 Desember.Hal itu diputuskan setelah GNPF MUI menggelar rapat koordinasi.

"GNPF MUI memutuskan dengan aklamasi kesepakatan seluruh elemen GNPF MUI untuk gelar Aksi Bela Islam III, Jumat 2 Desember 2016," kata Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab di Islamic Center, Jalan Tebet Utara, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 18 November.
 
Aksi akan digelar di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin. Peserta aksi akan menggelar salat Jumat dengan posisi imam dan khatib di Bundaran Hotel Indonesia.
 
Rizieq tak merinci jumlah massa yang akan ikut dalam aksi. Kata dia, seluruh organisasi masyarakat diminta untuk ikut dalam aksi.



Rizieq tak ingin aksi berjalan ricuh. Ia mengimbau, peserta yang ikut aksi berkomitmen menjaga kedamaian, ketertiban, kebersihan dan mematuhi aturan.


(YDH)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

44 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA