Mendikbud: Siswa tak Siap Kenaikan Standar UNBK

Antara    •    Jumat, 13 Apr 2018 16:59 WIB
ujian nasional
Mendikbud: Siswa tak Siap Kenaikan Standar UNBK
Muhadjir Effendy. Foto: MI/Bagus Suryo

Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui masih adanya keluhan dari siswa terkait sulitnya soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal itu karena siswa tidak siap dengan kenaikan standar yang diterapkan dalam UNBK tahun ini.

"Siswanya banyak tidak siap, siswa menganggap soal ujian nasional sama dengan tahun-tahun lalu, 'multiple choice' menggunakan level tiga; padahal sekarang sudah beranjak ke level HOTS (higher order thinking skill) itu," kata Muhadjir di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Ketidaksiapan siswa menjadi hilir terakhir dari banyaknya faktor penyebab ketidakberhasilan UNBK. Faktor lainnya yakni kurangnya sosialisasi kisi-kisi soal dan ketidaksiapan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Alur penyampaian materi pembelajaran dan kisi-kisi, jelas dia, dimulai sejak penerapan standar HOTS di pusat. Kemudian, disampaikan kepada sekolah-sekolah.

Baca: UNBK di Seluruh Sekolah Dinilai tak Realistis

Sesampainya di tingkat sekolah, guru-guru diharapkan dapat mempelajari dan mendalami materi berstandar nasional tersebut untuk disampaikan di dalam kelas.

Kemampuan guru dalam mendalami materi menjadi kunci dari tepat atau tidak penyampaiannya kepada siswa.

"Banyak sekolah belum sinkron antara kemampuan guru dan standar nasional, termasuk dengan kisi-kisi yang kami turunkan. Sebenarnya jauh-jauh hari sudah kami turunkan ke sekolah-sekolah untuk didiskusikan, dimatangkan, melalui MGMP masing-masing," jelas dia.

Keluhan-keluhan terkait soal ujian nasional muncul setelah UNBK tingkat sekolah menengah atas (SMA) berakhir pada Kamis, 12 April 2018.

Banyak siswa menganggap soal yang dikeluarkan dalam UNBK terlampau sulit dan tidak sesuai dengan materi kisi-kisi yang dipelajari.

"Sekarang ini banyak yang mengeluh 'kok semakin sulit', ya itu mohon dimaklumi memang sekitar 20 persen dari soal itu sudah diterapkan HOTS," ujar dia.


(AZF)