Sandi Luncurkan Layanan Parkir Online

Nur Azizah    •    Kamis, 17 May 2018 14:46 WIB
perparkiran
Sandi Luncurkan Layanan Parkir <i>Online</i>
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan aplikasi parkir online di Taman Ayodya, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan aplikasi Layanan Parkir Online (Lapakon). Lapakon dibentuk untuk mengurangi kebocoran pendapatan daerah. 

Aplikasi itu juga diklaim dapat meningkatkan pendapatan hingga 129 persen dalam satu koridor jalan. Pasalnya, aplikasi ini dapat dilengkapi fitur pembayaran payment point online banking (PPOB) dan pulsa.

"Sehingga para juru parkir bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari transaksi tersebut," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Co-Founder Lapakon Anggawira menyatakan akan terus berkontribusi di setiap daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah. Pihaknya ingin membantu pemerintah daerah untuk mengelola perparkiran.

“Untuk saat ini, aplikasi Lapakon resmi beroperasi di Jakarta dan dalam waktu dekat akan merambah ke daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Anggawira.

Sementara itu, Jukir, perusahaan penyedia aplikasi dalam industri parkir, menerangkan aplikasi daring diharapkan dapat menghilangkan stigma negatif terhadap parkir liar. Aplikasi ini dianggap dapat meningkatkan martabat juru parkir yang selama ini dipandang sebelah mata. 

Baca: Mission (not) Imposible: Parkiran Lahan Sempit Jakarta

“Keberadaan Jukir dan Lapakon sebagai bentuk partisipasi menyukseskan program Jakarta Smart City,” ungkap pendiri Jukir Budi Hartono.

Kehadiran dua aplikasi itu menawarkan sistem aplikasi perparkiran yang andal dan berbasis teknologi yang manusiawi. Dengan adanya aplikasi ini, pemerintah daerah bisa dengan transparan melihat pendapatan parkir secara real time.

Selain itu, juga membuka peluang kerja para juru parkir yang belum terlatih untuk menjadi juru parkir profesional. Budi mengaku aplikasi ini pertama kali di dunia, di mana pendapatan daerah dan keberadaan juru parkir liar dapat diintegrasikan ke dalam satu sistem yang transparan.



(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA