Penghuni Bangunan Liar di Bidara Cina Pilih Pulang Kampung

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 14 Sep 2017 13:18 WIB
penertibanbangunan liarrusun
Penghuni Bangunan Liar di Bidara Cina Pilih Pulang Kampung
Penghuni bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 14 kepala keluarga penghuni bangunan liar di sekitar Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Bidara pasrah huniannya rata dengan tanah. Mereka memilih pulang kampung untuk memulai hidup baru.

Yuyun, 55, misalnya. Dia hanya bisa meratapi sisa-sisa puing bangunan rumahnya yang sudah rata dengan tanah. Setelah 10 tahun menghuni lahan ilegal, ia sadar dan pasrah harus terusir. 

"Sekarang mau pulang kampung saja. Mau cari makan bagaimana lagi di Jakarta, rumah sudah enggak ada," kata wanita asal Karawang itu kepada Metrotvnews.com, Kamis 14 September 2017.

Yuyun bercerita, awalnya lahan tersebut hanyalah lahan kosong berisi alang-alang. Dia termasuk orang pertama yang membangun hunian liar di sekitar Rusunami Bidara Cina. Sehari-hari ia menggantungkan hidupnya sebagai pengumpul barang bekas.

Penghuni lainnya, Wiratmi, 45, bernasib lebih baik dari Yuyun. Walau huniannya liarnya digusur, ia masih bisa mengontrak rumah untuk melanjutkan hidup di Ibu Kota. Ia mengandalkan pemasukan sehari-harinya sebagai penjual sembako. "Ngontrak deket sini sebulan Rp1 juta," ujar dia. 

Baik Yuyun maupun Wiratmi menyadari menempati lahan ilegal. Keduanya bersama keluarga lainnya pun tak menolak ataupun melawan upaya penertiban hari ini. "Mau nolak bagaimana, tetap saja kita digusur," ucap dia. 

Wiratmi hanya mengeluhkan jadwal penertiban yang dipercepat dari jadwal yang diberitahukan sebelumnya. Penertiban sejatinya berlangsung 18 Oktober, tetapi dimajukan menjadi 14 September.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan sedikitnya 331 bangunan liar di sekitar Rusunami Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina. Penggusuran dilakukan bertahap. 

Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.

Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, dan 38 di Rusunami Tanah Tinggi. Di Rusunami Karet Tengsin I ada 43 bangunan liar, 58 di Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.


(OGI)