Sandiaga Ingatkan Rumah Sakit tak Hanya Cari Untung

Riyan Ferdianto    •    Selasa, 12 Sep 2017 05:27 WIB
fasilitas kesehatan
Sandiaga Ingatkan Rumah Sakit tak Hanya Cari Untung
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno/MTVN/Nur Azizah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno angkat bicara terkait kasus bayi Tiara Debora (4 bulan) yang meninggal di IGD Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Peristiwa ini menyita perhatian publik secara luas setelah viral di media sosial.

Sandi mengingatkan RS sebagai penyelenggara fasilitas kesehatan seharusnya tidak melulu mencari keuntungan. Tapi, tegas Sandi, RS itu harus memiliki dan mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan. Terutama dalam menyikapi situasi darurat.

"Harus ada sebuah instruksi yang jelas untuk penyelenggara fasilitas kesehatan yang sangat mendasar untuk kemanusiaan agar segera ditolong, apalagi berbicara nyawa," kata Sandiaga seperti dilansir Antara, Senin 11 September 2017

Kasus bayi Debora yang meninggal di RS Mitra Keluarga Kalideres diduga karena terlambat mendapatkan perawatan pada Minggu 3 September 2017. Pasalnya keluarga tidak bisa memenuhi langsung pembayaran di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). 

Orang tua Debora harus membayar uang muka perawatan di ruang PICU sebesar Rp19,8 juta, tapi mereka hanya memiliki uang Rp5 juta. Pihak RS menolak uang Rp5 juta itu, dan tetap memaksa agar uang muka dilunasi. 

Alhasil, bayi Debora hanya mendapat perawatan di IGD RS tersebut. Kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia. 

Ibunda Debora, Henny Silalahi mengatakan tujuannya membawa Debora adalah menyelamatkan nyawa anaknya lebih dulu, dan memilih RS Mitra Keluarga yang dituju karena dekat tempat tinggalnya.

"Saya ke UGD, dan mereka memberikan pertolongan pertama itu dengan penyedotan dahak dan dikasih oksigen. Saya curi-curi masuk, saya lihat mereka sudah lakukan. Saya tidak bilang dokter membiarkan (Debora menjadi tidak berdaya). Mereka tetap melakukan pertolongan pertama. Dokter Iren, saya dengar ketika penyedotan sudah dilakukan, Debora nangis kencang dan saya berpikir positif," kata Henny.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur RS Mitra Keluarga, Fransisca Dewi mengaku pihaknya sudah melakukan prosedur medis ketika menangani bayi Debora di IGD. Namun, ketika akan dipindah ke PICU, rumah sakit harus lebih dulu memastikan biaya administrasi. 

"Kami menyadari bahwa peralatan di ruang khusus seperti PICU membutuhkan biaya besar, sehingga kita perlu memikirkan efektivitas dan efiesiensi dari pasien. Apalagi perawatan di ruang khusus membutuhkan waktu cukup lama," kata Fransisca di Gedung Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jalan Kesehatan, Petojo, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.


(DHI)