GNPF-MUI Imbau Massa tak Jalan Kaki ke Jakarta

Arga sumantri    •    Selasa, 29 Nov 2016 18:29 WIB
unjuk rasa
GNPF-MUI Imbau Massa tak Jalan Kaki ke Jakarta
Warga Kabupaten Ciamis melakukan aksi berjalan kaki menuju Jakarta. Foto: MI/Adi Kristiadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mengimbau warga dari daerah yang ingin ikut aksi 2 Desember di Monas tidak jalan kaki ke Jakarta. Mereka disarankan naik bus atau kendaraan lain.

Wakil Ketua GNPF, Zaitun Rasmin, mengatakan, aksi jalan kaki memang menunjukkan perjuangan besar. Tapi, berjalan kaki menuju Jakarta sama sekali tidak disarankan GNPF MUI.
 
"Itu menunjukkan kemurnian perjuangan, mereka rela jalan kaki. Tapi sekarang sudah ada bus. Jangan jalan kaki, nanti diangkut pakai bus," kata Zaitun usai melakukan rapat aksi 2 Desember di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/11/2016).
 
Zaitun mengakui tidak ada pihak yang berhak melarang massa jalan kaki ke Ibu Kota. Pilihan itu diserahkan pada individu masing-masing. "Jalan kaki itu memang semangat masing-masing. Itu tidak ada yang bisa melarangnya," ujar Zaitun.
 
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana tak melarang massa ke Jakarta dengan jalan kaki. Tapi Suntana menyarankan massa memilih opsi lain yang lebih aman. "Kita mempersilakan siapa saja datang ke Ibu Kota, karena ini doa bersama, bukan unjuk rasa," kata Suntana.
 
Polisi, kata Suntana, bakal mengawal massa dari luar daerah. Pengamanan melibatkan Kepolisian Daerah di tiap wilayah. "Kita kawal juga dari titik masuk ke Jakarta. Bahkan kita sediakan kantong-kantong parkir," ujar Suntana.
 
Sebelumnya, ribuan orang berjalan kaki dari Ciamis, Jawa Barat menuju DKI Jakarta. Mereka bermaksud mengikuti Aksi Bela Islam Jilid III di Jakarta pada 2 Desember.
 
Pantauan Metro TV, Senin 28 November, sebagian besar warga mengenakan kemeja putih. Banyak di antara mereka yang masih berusia anak-anak. Tak sedikit pula orang tua dan tokoh agama setempat.
 
Di bagian depan, sebuah mobil pick up bertuliskan GNPF-MUI. Orator di mobil itu menggunakan alat pengeras suara untuk membakar semangat pengunjuk rasa.
 
Polres Ciamis tampak mengawal aksi. Ada polisi yang mengayuh sepeda. Ada pula polisi yang menggunakan kendaraan taktis.

(FZN)