Waduk Tomang Kini Bebas Sampah dan Eceng Gondok

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 19 Oct 2016 22:22 WIB
waduk
Waduk Tomang Kini Bebas Sampah dan Eceng Gondok
Kondisi Waduk Tomang saat ini sudah bersih dari sampah rumah tangga dan tanaman eceng gondok, Rabu (19/10/2016). Foto: Metrotvnews.com/ Whisnu Mardiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berbenah melakukan normalisasi beberapa waduk yang berada di Jakarta. Hasilnya, salah satu waduk terbesar di Jakarta Barat, Waduk Tomang kini terlihat bersih.

Metrotvnews.com mencoba menyambangi waduk yang terletak di Kecamatan Grogol Petamburan tersebut. Waduk seluas enam hektare itu sudah bersih dan bebas dari sampah rumah tangga.

Menurut keterangan warga sekitar, Absori mengatakan, dahulu Waduk Tomang terkesan kumuh dengan sampah rumah tangga dan tanaman eceng gondok. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sudah tak tampak lagi pemandangan kumuh di Waduk tersebut.

"Sudah bersih sekarang, dulu sampah eceng gondok, sampah plastik banyak," kata Absori kepada Metrotvnews.com di sekitar waduk Tomang, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (19/10/2016).

Keelokan Waduk Tomang pun semakin terlihat dengan bayangan gedung-gedung pencakar langit yang memantul di permukaan air.


Alat berat mengeruk lumpur yang mengendap di dasar Waduk Tomang, Jakarta Barat, Senin (7/10/2013). Foto: MI/IMMANUEL ANTONIUS.

Sementara itu, Kepala Operator Waduk Tomang, Agus menjelaskan, air Waduk yang jernih didapat berkat Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tata Air melakukan pengerukan secara rutin. Saat ini kedalaman waduk sudah mencapai kedalaman ideal, yaitu tujuh meter.

Waduk Tomang mampu menampung air dari dua kelurahan, yaitu Tanjung Duren Utara dan Tanjung Duren Selatan dengan total luas wilayah 200 hektare. Hasilnya, wilayah Tanjung Duren tak lagi dilanda banjir.

"Waduk sekarang normal dan aman. Waduk Tomang habis dikeruk tahun ini," kata Agus kepada Metrotvnews.com.

Waduk kini memiliki delapan mesin pompa. Empat bertenaga listrik dan empat lagi bertenaga diesel. Dengan daya sedot pompa mencapai 1,7 meter kubik per detik.

Selain itu waduk pun memiliki airator, yang mengolah air dari limbah diolah sebelum masuk ke waduk. Dan ditambah dengan adanya rotary screen dimana sampah akan terfilterisasi secara otomatis terpisah.

Selain itu tugasnya pun terbantu dengan adanya UPK Badan Air dari Dinas Kebersihan Jakarta yang setiap hari mengangkut sampah-sampah yang tersaring di area waduk.

Dampaknya kini, kata Agus, wilayah Tanjung Duren sudah tidak lagi dilanda banjir. Air langsung dialirkan ke Kali Sekretaris yang telah dipasangi dengan dinding turap (sheet pile) yang tinggi.

Kedepannya, Agus pun berharap Waduk Tomang dipasangi Water Treatment Plants (WTP) sistem pengolahan air kotor menjadi air bersih.

"Kan baru rencana disini belum ada. Bagus itu kalau ada disni," pungkas Agus.
 


(DEN)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

6 hours Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA