Sistem Transportasi di AS Menginspirasi Ganjil Genap di Tol

Dhaifurrakhman Abas    •    Senin, 12 Mar 2018 11:16 WIB
sistem ganjil genap
Sistem Transportasi di AS Menginspirasi Ganjil Genap di Tol
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa - ANT/Liliek Darmawan.

Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan sistem ganjil genap di gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur merupakan langkah awal memberdayakan transportasi sehat merakyat. Pemberdayaan ini mengadopsi sistem yang sama di Amerika Serikat. 

"Kami sedang menggemborkan aktif transportasi seperti di Amerika, itu sudah lama digelar. Transportasi sehat merakyat itu ada tiga modal. Pertama berjalan kaki semampunya, kedua bersepeda, dan ketiga angkutan umum," kata Royke, di Gerbang Tol Bekasi Barat I, Senin, 12 Maret 2018.

Sebagai modal awal untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum, pihaknya tengah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan mencanangkan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan pribadi atau golongan I dan II di Gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur. Kebijakan ini berlaku setiap Senin-Jumat pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

"Tujuannya untuk menekan angka kemacetan sebesar 20 persen di Tol Cikampek. Nah kita telah menyiapkan kendaraan angkutan umum untuk mendukung pemberdayaan transportasi sehat merakyat," ujar dia. 

(Baca juga: Pekerja dari Bekasi Diminta Beralih ke Bus Premium)

Untuk menyukseskan hal ini, kata Royke, pihaknya tak bisa bekerja sendirian. Harus ada konsekuensi yang disiapkan pemerintah untuk membantu mencanangkan transportasi sehat merakyat. Sejumlah sarana dan prasarana harus dilengkapi dan dibuat nyaman.

"Kemudian itu trotoar harus aman pejalan kaki. Lalu harus terkoneksi dengan baik agar pejalan kaki bisa mengakses angkutan umum. Ini harus didukung pemerintah. Sehingga masyarakat tertarik naik angkutan umum jika dibuat aman, nyaman, dan lancar sampai tujuan," papar dia. 

Royke menyadari ada banyak hal yang harus disiapkan pemerintah untuk mendukung wacana tersebut. Operasi pembatasan ganjil-genap di gerbang tol hanyalah salah satu cara yang tengah diterapkan.

Jenderal bintang dua itu berharap operasi ini dapat berjalan lancar sebagai langkah awal pemberdayaan transportasi sehat merakyat. Dia juga berharap semakin banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum agar mengurangi volume kendaraan di tol.

"Harapan ke depannya tentu semua lancar dan masyarakat lebih cinta angkutan umum," kata dia. 





(REN)