Drainase Vertikal Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

Fachri Audhia Hafiez    •    Jumat, 30 Nov 2018 16:18 WIB
banjir jakarta
Drainase Vertikal Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat
Pekerja menyelesaikan pembuatan sumur resapan air di Silang Monas, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Foto: MI/Galih Pradipta

Jakarta: Penggelontoran duit untuk program drainase vertikal di DKI Jakarta tinggal menunggu persetujuan pemerintah pusat. Saat ini draf anggaran program sumur resapan itu sudah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Ricki Marojahan, menyebut draf anggaran telah disetujui DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI melalui rapat paripurna.

"Habis disetujui bersama baru masuk ke Kemendagri untuk dievaluasi. Jika memang masuk akal (anggarannya), baru deh (berjalan)," kata Ricki kepada Medcom.id, Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Ricki enggan menyebut berapa anggaran yang disetujui untuk program drainase vertikal ini. "Saya enggak pegang angka detailnya, takut salah," ucap dia.

Baca: DKI Bangun Dua Jenis Drainase Vertikal

Drainase vertikal adalah salah satu program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sistem itu diklaim ampuh mencegah banjir di empat wilayah DKI Jakarta, yakni di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

Sumur resapan berupaya menyalurkan air dari permukaan untuk kembali secara alami ke tanah. Air akan ditampung di sebuah sumur kosong yang memiliki tutup berpori. Cara ini dianggap mampu menahan penurunan permukaan tanah.

Pemprov DKI akan membangun 1.383 drainase vertikal sepanjang 2019. Pembangunan akan tersebar di seluruh Ibu Kota, kecuali Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.


(UWA)