Halte TransJakarta Bakal Terintegrasi MRT

Nur Azizah    •    Selasa, 08 Jan 2019 18:09 WIB
Proyek MRT
Halte TransJakarta Bakal Terintegrasi MRT
Ilustrasi. Foto: MI/Angga.

Jakarta: PT TransJakarta akan mengintegrasikan sejumlah halte TransJakarta dengan stasiun Moda Raya Terpadu (MRT). Beberapa halte itu adalah Halte Tosari, Sisingamangaraja, CSW, dan Lebak Bulus.
 
Direktur Operasional PT TransJakarta Daud Joseph mengatakan, khusus untuk Halte Tosari akan digeser mendekati Bundaran Hotel Indonesia. Tujuannya, agar penumpang MRT tak fokus di halte Bundaran Indonesia saja.
 
"Supaya semuanya enggak tumpah ke Halte Bundaran HI. Jadi, nanti kebutuhan penumpang di Halte ICBC, Grand Indonesia, Teluk Betung, dan Sumenep bisa naik di Tosari," kata Daud di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2018.
 
Sedangkan halte CSW akan disambungkan ke halte Sisingamangaraja. Kedua halte ini akan didesain berbentuk 'L'.
 
"Halte Sisingamangaraja itu ada halte TransJakarta dan stasiun MRT. Jadi halte ini integrasi dengan koridor ," ungkapnya.
 
Tak hanya itu, halte ini akan dilengkapi jembatan penyeberangan multiguna (skybridge) hingga lift. Namun, pihak TransJakarta belum bisa memastikan akan menggunakan lift sepenuhnya atau tidak.

Baca: Tarif MRT Diputuskan Januari 2019

 
Sedangkan di kawasan Lebak Bulus akan dibangun titik balik untuk armada TransJakarta. Daud mengaku sudah mengakuisisi dua bidang lahan, yakni di depan Salapa Polri dan Halte MRT Lebak Bulus.
 
"Jadi titik itu akan jadi titik balik. Yang pertama adalah feeder dari arah Ciputat itu akan difokuskan untuk berputar di bidang tanah yang ada di sisi Halte MRT," ungkap dia.
 
Sementara lahan di seberang Selapa Polri akan jadi pangkalan bus Transjakarta yang beroperasi di sekitar Lebak Bulus, baik itu Ciptutat-Tosari, Ciputat-Kampung Rambutan, maupun Kampung Rambutan-Lebak Bulus. Lahan itu juga bisa digunakan kendaraan Jak Lingko.
(FZN)