Tak Semua Gedung di Sudirman Punya Akses Pintu Belakang

Lis Pratiwi    •    Kamis, 10 Aug 2017 15:38 WIB
pembatasan sepeda motorsistem ganjil genap
Tak Semua Gedung di Sudirman Punya Akses Pintu Belakang
Ilustrasi. Grafik MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang sepeda motor melintas di jalan protokol dan memperluas kawasan ganjil genap dikeluhkan sejumlah pengelola gedung. Sebab, tidak semua gedung di Jalan Jenderal Sudirman memiliki akses jalan pintu belakang.
 
Senior Manager salah satu pengelola gedung di Jalan Jenderal Sudirman, Donni Desyandono,  mengatakan, sebagai kawasan pusat bisnis, Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman dipenuhi gedung perkantoran. Namun. jaringan jalan di kawasan itu minim.
 
Dia meyakini, melarang sepeda motor masuk area tersebut akan berimbas pada tata kelola gedung. Gedung yang tidak punya pintu belakang akan kesulitan.

Baca: Larangan Sepeda Motor di Sudirman Diharap tak Kaku

"Kalau mau diberlakukan dalam waktu dekat ini, kami kesulitan juga. Karena tidak punya pintu belakang dan jalan arterinya belum selesai," kata Donni kepada Metrotvnews.com, Rabu 9 Agustus 2017.
 
Donni menuturkan, kendati tidak memiliki pintu belakang, ia sudah menyiapkan jalan arteri tepat di sebelah gedungnya yang bisa tembus langsung ke Jalan Setiabudi. Namun, pengerjaan jalan tersebut belum rampung.
 
"Sebagian jalan dibuat oleh gedung sebelah kita. Yang bagian kita sudah selesai, tapi yang sebelah belum. Makanya kalau larangan dimulai bulan depan repot juga," kata Donni.
 
Gedung lain di Sudirman yang tidak memiliki akses pintu belakang adalah Sona Topas Tower. Namun, Sona Topas masih satu grup dengan dua gedung di sebelahnya yakni Mayapada Tower I dan Mayapada Tower II yang memiliki pintu belakang.

Baca: Pelarangan Motor di Jalan Sudirman Membahayakan Bisnis Kelola Gedung

Pengelola gedung melakukan komunikasi untuk menyiasati peraturan itu. "Kebetulan kami tidak ada masalah karena satu grup, jadi dapat free access. Tenant kami bisa masuk dari Mayapada I dan II untuk ke Sona Topas," ujar Rio Wardhana, building manager Sona Topas Tower.
 
Menurut Rio, gedungnya beruntung karena memiliki "saudara" di sebelahnya. Namun, beda dengan gedung lain yang tanpa pintu belakang  dan tidak memungkinkan membuat jalan arteri tambahan.  Rio mengharap solusi pemerintah.
 
"Ya itu, mau tidak mau karyawan tenant yang tidak punya akses belakang menggunakan transportasi umum. Itu yang harus diperbaiki lagi, salah satunya menambah sarana parkiran motor," jelas dia.




(FZN)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA