Pemerintah Harus Subsidi Minimal 60% Biaya Tiket MRT

Intan fauzi    •    Minggu, 16 Jul 2017 08:37 WIB
proyek mrttransportasi
Pemerintah Harus Subsidi Minimal 60% Biaya Tiket MRT
Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan - MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Target penyelesaian proyek mass rapid transit (MRT) tahun 2018 kian dekat. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan skema subsidi biaya tiket sejak dini.

Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan meyakini pemerintah sudah mempersiapkan skema subsidi tersebut sejak infrastruktur angkutan umum massal itu direncanakan. Namun ia mengusulkan, pemerintah setidaknya menyubsidi biaya tiket minimal 60 persen.

"Saya sih mengusulkan minimal subsidinya 40-60, 40 persen ditanggung penggunanya, 60 persen subsidi," kata Tigor dalam Prime Time News Metro TV, Sabtu 15 Juli 2017.

Tigor berharap, pemerintah memberikan subsidi lebih besar lagi. Dengan demikian, MRT kata Tigor bisa bersaing dengan angkutan umum lainnya.

Apalagi, saat ini angkutan umum aplikasi masih naik daun. Meski demikian, Tigor meyakini MRT tidak akan tersaing. Menurut dia angkutan umum aplikasi hadir karena angkutan umum reguler belum dapat menyajikan kemudahan akses bagi masyarakat.

Tigor mengatakan, di sisi lain sudah menjadi kewajiban pemerintah mempersiapkan infrastruktur angkutan umum massal yang memadai bagi masyarakatnya. Sehingga persaingan antara angkutan umum reguler dan angkutan umum aplikasi tak perlu dipermasalahkan.

"Saya lihat juga dia (angkutan umum aplikasi) tetap punya pasarnya sendiri. Dan dia sekarang ambil juga pasar angkutan umum massal, karena macet. Tapi ketika ini sudah dijawab ya dia tetap punya pasar," tandas Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) itu.


(REN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

15 minutes Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA