Tim Sinkronisasi Bubar setelah Anies-Sandi Dilantik

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 20 May 2017 17:40 WIB
anies-sandi
Tim Sinkronisasi Bubar setelah Anies-Sandi Dilantik
Sudirman Said. Foto: Antara/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno bukan tim permanen. Tim yang digawangi Sudirman Said itu akan bubar setelah Anies-Sandi dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017.

"Begitu dilantik, insyaallah tim ini akan bubar," kata ketua tim sinkronisasi Sudirman Said dalam rapat koordinasi dengan pejabat DKI di Balai Kota, Jakarta, Sabtu 20 Mei 2017.

Menurut dia, tim sinkronisasi hanya tim ad hoc untuk membatu menyinkronkan program dan kegiatan Anies-Sandi dengan Pemprov DKI Jakarta sampai pelantikan. Sebab, kata dia, tak mungkin Anies-Sandi yang memiliki berbagai kegiatan ikut mengurus hal ini.

"Karena itu, menugaskan kami sebagai jembatannya," ucap dia.

Setelah tugas tim selesai, Anies-Sandi selanjutnya akan memimpin SKPD menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta. Untuk itu, ia menilai tak bisa disebut tim transisi. Sebab, tidak ada transisi orang-orang yang nantinya bakal membantu gubernur dan wakil gubernur terpilih, berbeda dengan pilpres yang kabinetnya berganti.

"Jadi kami tim ad hoc yang betul-betul mendampingi pak gubernur dan wagub sampai pelantikan," ucap dia.

Anies-Sandi membentuk Tim Sinkronisasi untuk menyelaraskan program yang dijanjikan saat kampanye untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018. RKPD tersebut masih menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Tim ini akan membantu menjembatani janji Anies-Sandi dengan RKPD yang sedang disusun Djarot. "Bagaimana caranya janji kampanye masuk dalam RKPD 2018. Syukur-syukur bisa sebagian masuk (APBD Perubahan) 2017," kata Sudirman di Rumah Aspirasi, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017.



 


(UWA)