Kepala Sekolah Dilarang Mengajar, kecuali Mendesak

Intan fauzi    •    Jumat, 16 Jun 2017 15:17 WIB
pendidikan
Kepala Sekolah Dilarang Mengajar, kecuali Mendesak
Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Sumarna Surapranata. Foto: MTVN/Intan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang guru melarang kepala sekolah mengajar. Kepala sekolah hanya ditugaskan manajerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.
 
"Disampaikan pak menteri, kepala sekolah bukan lagi guru yang mendapat tugas tambahan. Kepala sekolah tidak lagi ada beban mengajar," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata, di Gedung Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat 16 Juni 2017.
 
Ketika dihadapkan dengan kondisi kekurangan guru di dalam sekolah, misal guru sedang melaksanakan pelatihan, kepala sekolah disarankan untuk mencari guru lain. Namun, kata Sumarna, jika tak ada opsi lain, maka kepala sekolah diperbolehkan mengajar.
 
"Boleh, tidak dilarang, itu kan kondisi tidak normal," kata dia.
 
PP Nomor 19 Tahun 2017 juga mengatur soal beban kerja kepala sekolah sebanyak 40 jam per minggu. Sumarna mengatakan, selama 40 jam itu kepala sekolah tak harus selalu berada di sekolah.
 
"Mengikuti diklat-diklat juga bagian dari 40 jam, tugas kedinasan di luar kota, atau jadi instruktur. Jangan nanti dipotong juga tunjangannya," kata Sumarna.
 


(FZN)

Pakar Nilai Sidang KTP-el Setya Novanto Sudah Seharusnya Dilanjutkan

Pakar Nilai Sidang KTP-el Setya Novanto Sudah Seharusnya Dilanjutkan

19 minutes Ago

Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan menilai proses praperadilan Setya Novanto seharusnya gugur…

BERITA LAINNYA