Rusun KS Tubun Jadi Rebutan Warga

Ilham wibowo    •    Jumat, 21 Apr 2017 14:03 WIB
rusun
Rusun KS Tubun Jadi Rebutan Warga
Rumah susun (Rusun) di Kawasan Jalan KS Tubun, Palmerah, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Dekat dengan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi alasan warga berlomba memiliki unit rumah susun (Rusun) di Jalan K.S. Tubun. Proyek rusun sekelas apartemen ini tinggal tahap perampungan.

Satiri, 60, kebelet ingin mempunyai unit di rusun beranggaran Rp149 miliar itu. Warga Kota Bambu Selatan yang mengaku korban relokasi itu mengaku, sebelum tergusur tinggal di areal rusun K.S. Tubun.

"Ada 13 RT yang dipindah, beberapa warga yang punya KTP DKI katanya juga akan dikasih unit Rusun," kata Satiri kepada Metrotvnews.com, Jumat 21 April 2017.

Baca: Unit Rusun KS Tubun Belum Dialiri Listrik

Unit rusun K.S. Tubun ber-type 36. Rusun dilengkapi lift pada tiga tower berlantai 16. Pemprov DKI menjanjikan 522 unit dan 113 tempat usaha di rusun untuk warga eks-relokasi Kali Ciliwung.

Gedung rusun yang berada di RW 01, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, itu dilengkapi beragam fasilitas. Selain masjid, di sana rencananya Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA).

Satiri belum mendapatkan undangan untuk megundi kunci unit. Padahal, semua persyaratan sudah dia serahkan kepada pihak kelurahan. "Ya kita tunggu saja."

Satiri yang bekerja serabutan pesimistis bisa menempati rusun K.S. Tubun. Ia berpandangan tidak akan sanggup membayar beragam fasilitas mewah, seperti lift dan petugas kebersihan. Khusus yang dilakukan rutin setiap bulan.

Penghasilannya yang tidak lebih dari Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta itu dinilai hanya cukup untuk memenuhi sandang pangan keluarga.

"Lihat saja tempat parkirnya kaya di mal, kita mesti bayar juga kan nanti. Ini mah Rusun buat kelas atas," kata Satiri.

Tidak hanya itu, dirinya pun mesti bersaing dengan ribuan warga DKI Jakarta lain yang telah mendaftarkan diri. Rusun KS Tubun itu memang menjadi incaran warga sejak dibangun pada awal 2016.

"Keputusan memang dari pemerintah, tapi yang daftar sampai sekarang sudah 8 ribu orang. Padahal unit hanya 522," kata Satiri.

Darma, warga lainnya, mengatakan, Pemeprov DKI wajib menepati janji memberikan pengawasan khusus untuk warga yang akan menghuni rusun K.S. Tubun. Ia berharap subsidi yang diberikan kepada warga eks-relokasi nantinya bisa tepat sasaran.

"Ya jangan sampai rusun ini malah diisi orang kaya. Mereka yang punya mobil mewah juga pada mau pindah ke lokasi strategis kalau dikasih rusun ini," ujarnya.


(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

33 minutes Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA