Tim Sinkronisasi Realistis

Intan fauzi    •    Selasa, 16 May 2017 17:33 WIB
pilgub dki 2017
Tim Sinkronisasi Realistis
Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said. Foto: MTVN/Intan Fauzi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Sinkronisasi bentukan Gubernur dan Wakil Gubernur terpiliha DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mafhum bila program mereka tak terakomodasi di APBD Perubahan 2017. Apalagi, Anies-Sandi baru akan dilantik Oktober 2017.

"Harus realistis juga, enggak terlalu ngotot. Program 100 hari itu bagus kalau ada tetapi gubernur kan bekerja lima tahun. Akan baik kalau bisa diakomodasi," kata Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said waktu ditemui di Century Park Hotel, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa 16 Mei 2017.

Tim Sinkronisasi sejatinya menjembatani program yang sudah disusun pemerintahan sebelumnya dengan janji Anies-Sandi. Salah satunya, sebagian program Anies-Sandi masuk dalam APBD Perubahan 2017 maupun rancangan kerja pemerintah daerah (RKPD) 2018.

APBD-P 2017 dan RKPD 2018 disusun di bawah kepemimpinan pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Sudirman menuturkan, program yang dijalankan Djarot belum tentu sejalan dengan program Anies-Sandi. Dari situ, Sudirman menilai, Anies-Sandi sebaiknya tak memaksakan diri.

"Anggaran perubahan 2017 kan berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dulu, belum tentu in-line. Kalau bisa dimodifikasi syukur," jelas mantan Menteri ESDM itu.

Baca: Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Membuka Ruang Bertemu Luhut Bahas Reklamasi

Dia menekankan, bila tak terakomodasi, bukan berarti program yang dijanjikan Anies-Sandi terhenti. Masih ada hal lainnya yang perlu dipikirkan selain dari sisi anggaran.

"Program kan enggak cuma uang, ada regulasi, ada orang, ada ide, sampai mengajak mitra untuk bekerja sama. Ideal kalau bisa dimasukan tetapi kalau tidak, ya tidak ngotot. Tidak akan terlalu ambisius. Baik fokusnya lihat ke 2018," tegas dia.


(OGI)