Cara Mencegah Difteri

Dea Andriani    •    Minggu, 31 Dec 2017 07:02 WIB
klb difteri
Cara Mencegah Difteri
Seorang anak mendapatkan suntikan Td (Tetanus-difteri) di SD Islam Terpadu Malang, Jawa Timur - ANT/Ari Bowo Sucipto

Jakarta: Sebanyak 907 kasus difteri dengan 44 di antaranya meninggal dunia tersebar di 29 provinsi di Indonesia hingga 25 Desember 2017. Pemerintah telah mengambil langkah preventif guna mencegah difteri yang kini sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan, rutin mengikuti imunisasi bisa mengurangi risiko masyarakat terjangkit difteri. Penyakit ini salah satu penularannya melalui percikan air liur. 

"Menerapkan perilaku bersih dan sehat menjadi penting, tidak lupa menerapkan etiket batuk dengan menggunakan masker dan menutup mulut saat batuk," ujar Oscar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 30 Desember 2017.

Menurut dia, hal tersebut penting untuk diterapkan. Sebab, difteri bisa ditularkan oleh orang yang tidak menunjukkan gejala penyakitnya sekalipun atau yang biasanya disebut fenomena carrier.

Baca: KLB Difteri Indonesia Terbesar di Dunia

Kemenkes mengimbau baik kantor pemerintahan maupun swasta untuk mempersiapkan fasilitas pelayanan imunisasi difteri. Hal ini dilakukan dengan mengadakan outbreak response immunization (ORI) yakni mengimunisasi penduduk di sekitar penderita difteri.

"Imunisasi lengkap sesuai usia menjadi keharusan, karena melalui upaya inilah peningkatan kekebalan difteri dapat diperoleh secara optimal," kata Oscar.

Kemenkes membatasi sasaran ORI pada usia 1-19 tahun karena adanya peningkatan kewaspadaan masyarakat dewasa juga akan tertular difteri. 

Hingga kini terdapat 12 kabupaten atau kota yang sudah melakukan ORI, yakni Jakarta Utara, Jakarta Barat, Karawang, Purwakarta, Bekasi, Bekasi Kota, dan Depok, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.




(AZF)