Sandiaga Imbau Mahasiswa Ubah Paradigma Pencari Kerja

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 07 Jan 2018 00:41 WIB
pemprov dki
Sandiaga Imbau Mahasiswa Ubah Paradigma Pencari Kerja
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Uhamka, Jakarta Selatan, Sabtu, 6 Januari 2018. Foto: Suci Sedya Utami/Medcom.id

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengimbau agar mahasiswa mengubah paradigma atau pola pikir usai lulus dari perguruan tinggi. Mahasiswa selama ini hanya berpikir ketika lulus kuliah akan menjadi pencari kerja (job seeker) bukan pencipta lapangan pekerjaan.

"Kita ubah dari pencari kerja menjadi pencipta, kita harus buat mindset sebagai entrepreneur. Apalagi saat ini pemerintah kesulitan menciptakan lapangan kerja," kata Sandi di Uhamka, Jakarta Selatan, Sabtu, 6 Januari 2018.

Sandiaga berkata demikian bukan tanpa sebab. Dia membagikan pengalamannya ketika menjadi pencari kerja pascalulus hingga akhirnya bergabung di suatu bank di Tanah Air. Usai bekerja 8-9 tahun, ia pun dipecat dari tempatnya bekerja pada tahun 1997-1998.

Pada saat itu, kata Sandi, ada krisis ekonomi yang merembet ke Indonesia. Banyak perusahaan gulung tikar dan memberhentikan karyawannya. 

Dia pun mengaku tak pernah menyangka akan diberhentikan. Ia berpikir akan menghabiskan sepanjang usianya dalam satu perusahaan dan pekerjaan. Apalagi mendiang sang ayah hingga lebih dari 30 tahun bekerja hanya di satu perusahaan.

"Saya merasa cobaan yag maha dahsyat, selagkah lagi jadi direksi tapi dipecat," tutur Sandi.

Ia tidak mau pengalaman serupa terjadi pada anak muda saat ini. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar mahasiswa memiliki jiwa wirausaha, sehingga ketika lulus tak bergantung pada orang yang bisa memberikan pekerjaan.

Apalagi, kata Sandi, setiap tahun ada sekita 650 juta lulusan S1 atau fresh graduate yang tak semua bisa ditampung oleh pemberi kerja.

"Angka itu enggak bisa diserap semua, makanya ada angka pengangguran baru setiap tahun 11-12 persen," tutur dia.

Lebih jauh, dia menambahkan, Indonesia mendapatkan bonus demografi di mana jumlah usia muda yang produktif akan lebih banyak dari yang tidak bekerja atau generasi milenial. Jumlahnya diperkirakan mencapai 65,7 juta.


(AZF)