DTKJ Nilai Angkutan Umum di Jakarta Membludak

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 26 Jan 2018 04:06 WIB
angkutan umum
DTKJ Nilai Angkutan Umum di Jakarta Membludak
Ilustrasi angkot--MI/Arya Manggala

Jakarta: Kedatangan Angkutan Sewa Khusus (ASK) berdampak pada membludaknya angkutan umum. Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mencatat peningkatan terjadi hingga empat kali lipat dari kuota yang ditetapkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

"Sekarang itu ada 120 ribu kendaraan di Jabodetabek, sementara kuota BPTJ itu 36 ribu," kata Anggota DTKJ, Jongkir Sitorus di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Januari 2018.

Kondisi ini, kata dia, terjadi lantaran operator penyelenggara ASK tak tertib aturan, utamanya terkait kuota kendaraan angkutan. Ketika ASK menempatkan diri sebagai angkutan umum, maka harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Artinya pengusaha angkutan umum enggak alergi angkutan aplikasi, tapi harus ditata," ujar Jongkir.

Persyaratan menjadi angkutan umum, tambah Jongkir, harus ditaati ASK, misalnya, soal uji KIR. Semua kendaraan yang mendaftar jadi angkutan online, harus mendapat kelaikan uji dari Kementerian Perhubungan. Jika tidak, maka konflik tak dapat dihindari.

"Kalau dia jadi angkutan umum, persyaratan menjadi angkutan umum apa, artinya ada kesetaraan, jadi mengikuti aturan," tandas Jongkir.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengeluarkan Permenhub 108 Tahun 2017. Aturan ini merupkan revisi dari Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 terkait taksi dan ASK. Dari aturan yang baru ini, setidaknya ada sembilan substansi yang diatur yakni sistem argometer taksi, penyesuaian tarif, wilayah operasi, kuota, Jumlah minimal armada, bukti kepemilikan kendaraan bermotor atas nama badan hukum/atas nama perorangan, atau badan hukum berbentuk koperasi.

Syarat lainnya, yakni Domisili tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) harus sesuai wilayah operasi. Lalu, sertifikat registrasi uji tipe (SRUT), dan perusahaan aplikasi di bidang transportasi dilarang bertindak sebagai penyelenggara angkutan umum.


(AGA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA