Nakal, 31 KJP Siswa Dicabut

Nur Azizah    •    Selasa, 18 Oct 2016 11:29 WIB
kjp
Nakal, 31 KJP Siswa Dicabut
Aktifitas pedagang yang melayani sistem transaksi menggunakan KJP di Pasar PSPT Tebet, Jakarta -- MI/Atet Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 31 peserta didik kehilangan hak memiliki Kartu Jaminan Pintar (KJP). Mereka terbukti melanggar ketentuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Satu orang meminjamkan ATM pada siswa lain, dan 30 lainnya terbukti terlibat tawuran.

"Kebanyakan mereka dari SMP dan SMA. Kami tegas. Kalau terbukti melanggar, KJP akan dicabut," kata Kasubbag TU Pusat Perencanaan, Pengendalian Pendanaan Pendidikan Personal, dan Operasioal (6O) Dinas Pendidikan DKI Jakarta Suharso kepada Metrotvnews.com di kantor Dinas Pendidikan DKI, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2016).

Suharso menjelaskan, siswa akan kehilangan hak memiliki KJP bila terbukti merokok, tawuran, dan berbuat anarkis sampai menenggak minuman keras. Pemprov DKI juga akan mencabut KJP bila siswa ketahuan berasal dari keluarga kaya.

"Program ini hanya untuk siswa dari keluarga miskin. Makanya, kami perketat betul proses pengajuannya," ungkap Suharso.

(Baca: KJP Siswa dari The Jakmania yang Terlibat Ricuh Terancam Dicabut)

Syarat mendapatkan KJP cukup mudah, yaitu siswa harus memilik Kartu Keluarga DKI, sekolah, dan tinggal di DKI. Tentunya, siswa juga harus berasal dari keluarga tidak mampu.

"Nanti sekolah akan menyurvei langsung ke rumah siswa agar tidak ada yang memanipulasi," tuturnya.


Seorang pelajar menunjukkan KJP miliknya -- MI/Arya Manggala

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 05 Petukangan Utara Dual Hariyanto mengaku memperketat seleksi penerima KJP untuk mencegah kecurangan. Pihaknya pun selalu mempublikasikan nama-nama calon penerima KJP di papan sekolah.

"Dipajang (di papan sekolah) selama dua minggu, biar semua orang lihat. Siapa tahu nanti ada tetangga yang menyanggah, 'dia bukan orang miskin'. Jadi bisa kami batalkan," pungkas Dual.

(Baca: Warga Diminta Segera Lapor Jika Kesulitan Daftar KJP)


(NIN)