Kasus Ahok, Bareskrim Tunggu Hasil Pemeriksaan Forensik

Lukman Diah Sari    •    Senin, 17 Oct 2016 16:18 WIB
pilgub dki 2017
Kasus Ahok, Bareskrim Tunggu Hasil Pemeriksaan Forensik
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri belum bisa melangkah jauh soal kasus penistaan agama melalui surat Al Maidah ayat 51, dengan terlapor Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Polisi masih mencari bukti kasus ini.

"Kan kita hanya membuktikan bahwa oh benar bahwa pada saat itu Pak Ahok ada ngomong seperti itu. Tetap kita menunggu nanti hasilnya dari forensik," kata Dirtitpidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto, saat dihubungi, Senin (17/10/2016).

Polisi memang telah memeriksa sejumlah saksi. Beberapa di antaranya lurah, ketua pemuda, dan kelompok nelayan yang mendengar langsung pernyataan Ahok. Mereka membenarkan mantan Bupati Belitung Timur itu ada di lokasi.

"Kemudian ada juga mengucapkan kalimat seperti itu," ujar dia.

Agus juga tak bisa berkomentar panjang soal ini. Ia mengaku tak berwenang menyampaikan secara detail.

"Yang bisa mengatakan kan forensik," ucap dia.

Sebelumnya, pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang diunggah ke jejaring YouTube mendapat kecaman. Beberapa pihak menganggap ada pidato Ahok yang dinilai menyinggung perasaan umat Islam.

Pada bagian awal pidato dalam video tersebut, Ahok sebenarnya membahas program bantuan untuk Kepulauan Seribu. Mulai dari bantuan kapal hingga beras miskin.


 
Pada bagian tengah, Ahok sedikit menyinggung soal Pilgub DKI. Ahok menyebut tidak masalah jika nantinya tidak terpilih lagi jadi gubernur asal programnya di Kepulauan Seribu tetap jalan. Yang sempat dipermasalahkan, lantaran Ahok membawa ayat suci Alquran.
 
Secara tersirat, pidato Ahok mencoba memberi semangat pada warga Kepulauan Seribu agar terus mendukung program yang tengah dirancang Pemprov DKI. Ahok ingin meyakinkan programnya di Kepulauan Seribu terus berjalan. Sebab, masa jabatan Ahok masih sampai Oktober 2017.
 
Ia mengimbau warga tidak mudah dibodohi pihak-pihak yang menggunakan ayat Alquran, termasuk surat Al Maidah, untuk menjatuhkan dirinya.
 
Ahok kemudian meminta maaf apabila ucapannya itu membuat kegaduhan. Ia menegaskan, tak ada maksud melecehkan agama.
 
“Saya meminta maaf kepada semua umat Islam, terutama kepada yang merasa tersinggung atas hal itu. Saya minta maaf hal itu menimbulkan kegaduhan,” kata Ahok, beberapa waktu lalu.


(OJE)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA