Tarif Kios Skybridge Tanah Abang Rp500 Ribu Sebulan

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 07 Dec 2018 14:43 WIB
tanah abang
Tarif Kios Skybridge Tanah Abang Rp500 Ribu Sebulan
Warga melintas di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Adin.

Jakarta: Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati kios di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang akan dikenakan tarif Rp500 ribu per bulan. Ada sebanyak 450 kios yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
"Rata-rata biaya sewanya Rp 500 ribu per bulan," kata salah satu petugas lapangan yang enggan disebutkan namanya kepada Medcom.id di JPM Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Desember 2018.
 
Dia mengungkapkan awalnya harga sewa tak ditawarkan dengan skema bulanan. Pedagang dikenakan tarif sewa harian.
 
"Dulu itu rencananya Rp17 ribu per hari. Tapi sekarang ya rata-rata segitu (Rp500 ribu per bulan)," beber Umar.
 
Terkait adanya calo kios, menurutnya sampai saat ini belum ditemukan praktik tersebut. Namun, potensi percaloan tetap ada saat Skybridge dibuka.
 
Pasalnya, kata dia, tak sedikit pedagang yang tak terdaftar, namun ingin menempati kios di JPM. Dia khawatir ada upaya suap  hingga akhirnya kios disewakan dengan harga di atas rata-rata.
 
"Biasanya calo itu ada, kalau ada yang berambisi banget menempati (kios) di sini," ujarnya.

Baca: Faedah Skybridge Tanah Abang

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan membenarkan harga sewa Rp500 ribu per bulan, namun ia menampik potensi calo kios di Skybridge.
 
Pasalnya, kata dia, sudah ada pendataan secara mendetail terhadap 446 PKL. Verifikasi menyeluruh telah dilakukan kepada para pedagang. Mereka mendapat lapak setelah diundi oleh pihak Wali Kota Jakarta Pusat dan Dinas UMKM.
 
"Pedagang itu kita kasih name tag yang ada foto mereka. Kalau bukan dia orangnya, ya tidak bisa berdagang di situ. Kalau ketahuan (bukan pedagang asli), ya kita cabut," sebut Yoory.
 
Pantauan di lokasi, belum ada pedagang yang membuka lapak di atas jembatan multiguna itu. Rencananya, Senin 10 Desember 2018, Pemprov DKI Jakarta melalui PD Sarana Jaya, akan memindah para pedagang.


(FZN)