Alasan Anies Hentikan Proyek Reklamasi

Nur Azizah    •    Rabu, 26 Sep 2018 20:31 WIB
reklamasi teluk jakarta
Alasan Anies Hentikan Proyek Reklamasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasannya menghentikan seluruh proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Keputusan itu diambil setelah mendapat rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura). 

"Saya BKP Pantura untuk mengecek lagi soal izinnya. Semua izin yang sudah dikeluarkan, penerima izinnya dipanggil, lalu dilakukan verifikasi. Dari verifikasi itu terbukti bahwa mereka tidak melaksanakan kewajibannya. Karena itu, izinnya dicabut," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 26 September 2018.

Anies mengaku memiliki bukti bila seluruh pengembangan melanggar aturan. Namun, dia tak menyebutkan secara rinci jenis pelanggaran apa yang dilakukan pemilik izin. 

"Ada macam-macam. Banyak sekali. Bahkan yang paling dasar saja, banyak yang tidak dikerjakan. Ada detail semuanya di sini," kata Anies sembari menunjukkan dokumen tebal.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku tak takut bila para pengembang menuntut kebijakannya ke meja hijau. Ia bahkan tak memedulikannya.

Baca: Anies Hentikan Proyek Reklamasi di 13 Pulau

"Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menggugat keputusan pemerintah. Kami siap menghadapinya," imbuh dia.

Hari ini, Anies resmi mencabut seluruh izin proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Setidaknya ,ada 13 pulau yang dihentikan perizinannya.

Ke-13 pulau itu meliputi Pulau A, B, dan E milik PT Kapuk Naga Indah, lalu Pulau I, J, dan K milik PT Pembangunan Jaya Ancol, serta Pulau M punya PT Manggala Krida Yudha. Pulau lainnya adalah Pulau O dan F milik PT Jakarta Propertindo, Pulau P dan Q milik KEK Marunda Jakarta, Pulau H punya PT Taman Harapan Indah, dan Pulau I milik PT Jaladri Kartika Pakci.


(OGI)