Jumlah Penderita HIV/AIDS di Jakarta Menurun

Nur Azizah    •    Rabu, 30 Nov 2016 18:29 WIB
aids
Jumlah Penderita HIV/AIDS di Jakarta Menurun
Kabid Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti--Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Jumlah penderita HIV/AIDS di Jakarta menurun drastis. Berdasarkan laporan triwulan II dari Kemenkes RI, jumlah penderita HIV tahun 2016 mencapai 2.555 orang.

Jumlah tersebut menyusut hampir 50 persen dari tahun 2015 yang mencapai 4.695 orang. Dua tahun sebelumnya, yakni 2013, jumlah penderita sebanyak 5,865. Hampir sama dengan 2014: 5.851 jiwa.

Sementara penderita AIDS di tahun 2016 sebanyak 69 orang. Jumlah ini juga mengalami penyusutan hampir 50 persen yang sebelumnya mencapai 130 jiwa.

"Jumlah ini muncul karena upaya pengendalian kami untuk menemukan sedini mungkin penderita HIV/AIDS," kata Kabid Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di kantor Dinkes DKI, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Baca: Empat Kelompok Masyarakat Ibu Kota Rawan HIV/AIDS

Widyastuti menyampaikan, estimasi populasi warga yang terjangkit virus HIV/AIDS di Jakarta mencapai 92.920 jiwa. Sayangnya, baru setengah dari jumlah tersebut yang terdeteksi keberadannya.


Kabid Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti--Metrotvnews.com/Nur Azizah

Widyastuti mengatakan, masih mencari setengah penderi lainnya. "Baru 41 orang yang ketemu. Kami harus bisa menemukan sedini mungkin penderita HIV yang positif. Masih banyak yang belum kami temukan," terang Widyastuti.

DKI, klaim Widyastuti, telah memiliki peta persebaran penderita HIV/AIDS. Bila sudah bertemu penderita, Dinkes DKI akan melakukan pemeriksaan Voluntary Counselling and Testing (VCT) di tempat warga.

"Sistemnya jemput bola. Kami ingin ini dilakukan cepat agar lebih banyak yang terdeteksi," pungkasnya.

Baca: Ini Cara Sandi Membendung Penyebaran HIV/AIDS di Jakarta

Hasil data perhitungan sementara pada Rapat Kerja Fast Track DKI, Juni 2016, ditemukan bahwa warga Ibu Kota yang telah terjangkit HIV/AIDS mencapai 75.265 jiwa.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta Rohana Manggala mengatakan ada empat kelompok Ibu Kota yang rawan terkena HIV/AIDS. Mereka adalah para pekerja seks komersial, pengguna napza jarum suntik, LSL (lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki lain), serta waria.
 
"Sesuai instruksi gubernur, kita terus berkomitmen menekan angka warga terinveksi HIV/AIDS sampai tahun 2020 dan berakhir sampai ke angka nol pada tahun 2030," kata Rohana, Jumat 25 November.
 
Perang terhadap penyakit mematikan ini makin gencar dilakukan di berbagai daerah. Di Jakarta, digulirkan program Fast Track Ending AIDS Epidemik 2020 untuk menanggulangi bahaya HIV/AIDS. Pemerintah akan melakukan pendekatan penanganan AIDS, yang biasa disebut sebagai program `90-90-90`.


(YDH)