Ahok-Djarot Cuti, Tindak Lanjut Laporan Aplikasi Qlue Mandek

LB Ciputri Hutabarat, Intan fauzi    •    Selasa, 29 Nov 2016 23:02 WIB
Ahok-Djarot Cuti, Tindak Lanjut Laporan Aplikasi Qlue Mandek
Aplikasi Qlue milik Pemprov DKI Jakarta. MI/ Pradipta Galih

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan, ia menerima informasi mengenai program laporan warga di aplikasi Qlue banyak yang tidak ditindaklanjuti sejak dirinya dan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahja Purnama cuti kampanye.

"Saya dapat laporan, kita cuti, laporan di Qlue tidak dituntaskan," kata Djarot di Jalan Kemajuan, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Ia berjanji, selama masa kampanye akan mengecek langsung apakah laporan itu sudah dituntaskan atau belum. Sebab, kata Djarot, waktu ia aktif seringkali juga ada warga iseng mengirimkan bukti foto lama.

Pria asal Blitar itu mengaku sebelum cuti sudah meminta Gubernur pelaksana tugas (Plt) DKI Jakarta Sumarsono dan pegawai Pemprov DKI untuk melanjutkan program-program Ahok-Djarot yang sudah baik. Termasuk juga memohon supaya laporan Qlue ditindaklanjuti.

"Ini juga bisa jadi masukan untuk Dinas Perhubungan, Dinas Tata Air, Dinas Kebersihan untuk respon cepat. Karena kita bergerak by system, sehingga evaluasi lebih cepat," terang Djarot.

Sementara itu ditemui di tempat berbeda, Manajer Komunikasi Pemasaran Qlue, Elita Yunanda mengakui pemerintah provinsi DKI saat ini terkesan lama dalam menangani pengaduan beberapa waktu terakhir.

"Tindak lanjut dari pemerintah memang menurun dari segi kualitasnya. Tapi ini yang terus diawasi oleh user-user Qlue," kaya Elita saat dihubungi wartawan.

Adapun kualitas yang dimaksud Elita, Pemprov DKI cenderung tak menyelesaikan pengaduan sesuai prosedur. Salah satunya parkir liar yang harusnya diberikan peringatan langsung. Namun di beberapa pengaduan tidak dilakukan.

"Misal masih proses tindak lanjut mereka sudah foto ya sudah selesai gitu saja. Kempesin ba atau cabut pentil atau di derek enggak sesuai peraturan," jelas dia.

Salah satu indikator indaklanjut asal-asalan bisa dilihat dari rating pengguna. Masih ada pengguna yang memberikan rating yang batas minimal. Beberapa di antaranya adalah Dinas Perhubungan, Kelurahan Kartini dan Cempaka Putih Barat.

"Sejauh yang kita tahu tindaklanjut mendapat rating kurang bagus skala 1 sampai 2 bintang oleh user," ujar dia.

Kedati begitu, Elita menjelaskan peahaman warga soal Qlue sudah cukup baik. Banyak warga yang menggunakan Qlue sebagai sarana pelaporan. "Kuantitas masih banyak, mereka juga tahu Qlue hanya sebagai tool pelapor," tandas dia.

Qlue merupakan program Pemprov DKI soal pengaduan. Pengaduan ini langsung dihubungkan kepada Dinas terkait pengaduan warga. Selama Ahok menjabat program ini diterima baik oleh mayarakat.
(SCI)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

40 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA