Pengelola Heran Satu Keluarga Punya Tiga Unit Rusunawa

Lis Pratiwi    •    Rabu, 30 Aug 2017 02:25 WIB
rusunawa
Pengelola Heran Satu Keluarga Punya Tiga Unit Rusunawa
Rumah Susun (UPRS) Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Selasa 29 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews.com/ Lis Pratiwi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Septalina, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur heran ada satu keluarga yang memiliki tiga unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

"Adiknya punya unit di Blok C, ayah dan abangnya juga punya masing-masing di Blok B. Saya juga bingung satu keluarga punya tiga unit, kalau dulu kan apa pun bisa terjadi," kata Lina kepada Metrotvnews.com di Jakarta Timur, Selasa 29 Agustus 2017.

Menurut Lina, ketiganya merupakan warga relokasi dari Taman Burung, Jakarta Timur. Menurut aturan, mereka memang berhak atas unit rusun, namun hanya satu unit sesuai keterangan di Kartu Keluarga (KK). Unit yang ditempati sang adik bernama Suhada juga hanya diisi satu orang.

Lina pun semakin geram sebab ketiga anggota keluarga tersebut memiliki tunggakan bayar sewa. Bahkan, Suhada yang tinggal di Blok C telah menunggak selama 21 bulan. Menurut Lina, keluarga ini pun kerap berbuat rusuh.

"Bapaknya ini ketua RT di Blok B makanya dia merasa dilindungi. Abangnya juga dulu ketua RT di Blok C, terus dipecat warga akhirnya pindah ke Blok B. Kalau adiknya punya catatan kriminal," tambah Lina.

Lina mengaku, pengelola tidak turut campur dalam pemilihan ketua RT. Ia pun mempertanyakan mengapa jabatan tersebut jatuh ke orang yang bermasalah, bahkan keberadaannya dipertahankan.

"Saya enggak tahu kenapa mereka dapat tiga unit karena pemberian itu bukan kewenangan kami. Saya juga pernah memarahi bapaknya yang Ketua RT, saya malah didatangi Ketua RW-nya," beber Lina.

Ia menambahkan, Kepala Penertiban UPRS Cipinang sampai menyerah berhadapan dengan keluarga ini karena kerap dimarahi. Lina pun tengah mencari cara agar orang-orang tersebut bisa segera angkat kaki dari rusun yang ia kelola. 

"Anaknya sebentar lagi karena nunggak akan digembok unitnya, diusir. Saya juga lagi cari pasal mau mengeluarkan bapaknya (dari Rusunawa Cibesel)," tegas Lina.


(DEN)