Polisi Periksa Sejumlah Saksi terkait Kasus Bayi Debora

Ilham wibowo    •    Jumat, 15 Sep 2017 16:05 WIB
fasilitas kesehatan
Polisi Periksa Sejumlah Saksi terkait Kasus Bayi Debora
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sudah memeriksa beberapa saksi terkait kasus kematian bayi Tiara Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat. Unsur pidana dalam kasus ini akan diselidiki. 

"Saksi sudah kita panggil, sudah lebih dari dua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 15 September 2017. 

Namun, Argo tak detail menjelaskan siapa saja yang telah dimintai keterangan. Ia memastikan pemeriksaan saksi akan menyeluruh kepada pihak yang berkaitan. Orang tua Debora, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang, serta manajemen RS Mitra Keluarga akan dimintai keterangan. 

"Pihak manajemen belum, kita tunggu saja," kata dia. 

Argo menyampaikan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah telah terjadi unsur kelalaian secara sengaja pada kasus ini. Penyelidikan perlu dilakukan menyeluruh meski Kementerian Kesehatan telah menjatuhkan sanksi teguran tertulis melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Makanya kita cek, yang salah itu di mana, banyak unsurnya," ungkap Argo. 

Setelah pemeriksaan saksi, penyidik akan melakukan gelar perkara. Hasil gelar perkara tersebut nantinya menentukan kelanjutan kasus hingga penetapan tersangka. "Kita tunggu saja hasil gelar perkara, tidak bisa berandai-andai harus dituntut ini itu," ujar dia. 

Peristiwa nahas ini terjadi saat bayi Debora mengalami sesak napas, Minggu 3 September. Debora kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Dokter meminta Debora dibawa ke ruang perawatan intensif khusus bayi (pediatric intensive care unit/PICU). Orang tua Debora, Henny dan Rudianto, diminta membayar uang muka perawatan PICU sebanyak Rp19,8 juta.

Baca: Dinkes DKI Bentuk Tim Investigasi Kasus Debora

Namun, mereka tak memiliki uang sebanyak itu karena kejadian ini tiba-tiba. Keduanya lantas menunjukkan kartu BPJS Kesehatan dengan harapan bayi Debora ditangani dulu. Namun, RS Mitra Keluarga Kalideres menyatakan belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Permintaan mereka ditolak.

Henny dan Rudianto yang hanya memiliki uang Rp5 juta memohon agar anaknya ditangani dulu. Mereka berjanji akan melunasi uang yang diminta begitu matahari terbit. Tapi, kondisi Debora semakin menurun. Ia masih di ruang IGD hingga mengembuskan napas terakhir. 





(OGI)