Masyarakat Diminta Selektif Pilih Produk Makanan

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 20 Jun 2017 10:57 WIB
bpom
Masyarakat Diminta Selektif Pilih Produk Makanan
Petugas BPOM memeriksa mi yang diduga mengandung babi. Foto:Antara/Muhammad Arif Pribadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan masih beredarnya produk makanan nonhalal tanpa penjelasan di dalam kemasan. MUI meminta masyarakat mencermati komposisi bahan sebelum membeli.

"Hati-hati membeli produk makanan olahan," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulis, Senin 19 Juni 2017.

Zainut mengatakan langkah cermat itu harus dilakukan agar tak tertipu produk makanan mengandung unsur-unsur yang dilarang agama. "MUI mengapresiasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang telah mendeteksi empat produk mi instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi," ucap dia.

Keempat produk mengandung babi itu antara lain Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

MUI mendukung langkah BPOM yang meminta importir menarik produknya dari pasaran. MUI meminta BPOM terus menginspeksi makanan untuk memastikan produk mi ini tak lagi beredar di pasaran.

"MUI juga mendukung langkah BPOM segera mencabut izin edar keempat produk itu," ujar dia.

Menurut Zainut, langkah-langkah yang diambil BPOM adalah bentuk perlindungan terhadap konsumen muslim. Konsumen spesifik yang dilarang mengonsumsi makanan mengandung unsur babi.

"MUI memastikan produk mi instan dari Korea itu belum memiliki sertifikasi halal dari LPPOM-MUI," kata dia.

Zainut menambahkan, MUI juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas masalah ini. "Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum, harus ditindak."


(UWA)