Ratusan Gelandangan & Pengemis Mulai Geruduk Bekasi

Gana Buana    •    Kamis, 25 May 2017 17:25 WIB
rehabilitasi gepeng
Ratusan Gelandangan & Pengemis Mulai Geruduk Bekasi
Ilustrasi--MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Bekasi: Ratusan gelandangan dan pengemis mulai menggeruduk Kota Bekasi. Kedatangan mereka diduga untuk mengais rezeki di Bulan Ramadan.

Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Junaedi menyampaikan, mayoritas ratusan gelandangan dan pengemis tersebut berasal dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung. Mereka tertangkap petugas Satpol PP beberapa waktu lalu tengah beroperasi di beberapa ruas jalan Kota Bekasi.

"Ketika ditanya kota asal, mayoritas mereka menjawab dari tiga provinsi tersebut," ujar Junaedi, Kamis 25 Mei 2017.

Gelandangan dan pengemis tersebut, jelas Junaedi, sengaja datang saat malam hingga dini hari. Hal itu guna menghindari razia para petugas. Sebab, biasanya saat itu, pengawasan petugas terhadap para gepeng cukup lemah. "Maka dari itu sekarang kami intesifkan pengawasan dengan dibantu Satpol PP Kota Bekasi," imbuh dia.

Menurut Junaedi, gelandangan dan pengemis memilih Kota Bekasi, karena berbatasan langsung dengan Ibu Kota DKI Jakarta. Perekonomian di Kota Bekasi saat ini mulai membaik.

Apalagi dengan banyaknya perumahan baru serta pusat perbelanjaan memperkuat pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah gepeng yang diamankan pada tahun 2015 berkisar 30.000 orang. Pada tahun 2016, jumlah gepeng naik ke Kota Bekasi berkisar 10 persen.

Oleh petugas, mereka akhirnya diberi pembinaan dan dipulang ke daerah asal. "Mereka memanfaatkan peluang itu dengan mencuri belas kasih warga," jelas Junaedi.

Berdasarkan pendataannya, para gepeng biasanya mulai beroperasi di jalan-jalan protokol di Kota Bekasi. Antara lain, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ir. Djuanda, Jalan Sudirman, Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Cut Meutia dan Jalan Chairil Anwar.

Para gelandangan dan pengemis itu, biasanya diturunkan atau diantar menggunakan mobil boks pada malam hari. "Kalau mereka terjaring sementara akan kami tampung di Pondok Sosial milik Kementerian Sosial, Bulak Kapal, Bekasi Timur sebelum dipulangkan ke daerah asal," lanjut dia.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV bidang Kesejahteraan DPRD Kota Bekasi, Heri Purnomo mengaku sudah membicarakan persoalan ini dengan dinas terkait. Bahkan, mereka pun siap mengembalikan para gelandangan dan pengemis itu ke daerah asal bila terjarin razia.

"Tiap tahun gelandangan dan pengemis asal tiga provinsi itu memang banyak ditemukan di Kota Bekasi bila terjaring kami siap mengembalikan," kata dia.

Heri mengungkapkan, persoalan yang paling penting saat ini, Pemerintah Kota Bekasi belum memiliki tempat penampungan para gelandangan dan pengemis berupa panti sosial. Legislator, kata dia, siap mendorong pemerintah bila ingin membangun panti sosial.

"Soal lahan kami siap membantu mencarikan lahannya untuk panti sosial, karena mereka tidak hanya diamankan saja tapi perlu diberi pembinaan," tukas dia.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA