Empat Penyebab Hilangnya Aset DKI

Nur Azizah    •    Selasa, 20 Jun 2017 13:03 WIB
penyerobotan aset dki
Empat Penyebab Hilangnya Aset DKI
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak aset Pemprov DKI Jakarta tak terurus. Akibatnya, aset-aset tersebut hilang.
 
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ada empat faktor yang menyebabkan aset negara itu berpindah tangan. Pertama, karena tak terurus. Kedua karena alas haknya tak cukup kuat. Ketiga, tidak ada papan nama di setiap aset, dan terakhir tidak ada pengamanan.
 
"Modusnya enggak terurus. Makanya sekarang kita lagi inventarisir," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Juni 2017.
 
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, persoalan aset DKI menjadi masalah tahunan yang belum bisa dituntaskan. Saat ini Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) mengebut pendataan aset-aset Ibu Kota.
 
"Ini karena kurang tertib. Maka sekarang ini BPAD sedang kerja keras untuk kita inventarisir semua aset," ujarnya Saefullah.
 
Saefullah mengatakan, BPAD sedang mengumpulkan bukti-bukti kepemilikan aset yang sah. Upaya itu untuk mempertahankan seluruh aset-aset DKI.
 
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sempat bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Jakarta untuk menjaga dan mengembalikan aset miliknya. Kerja sama itu membawa keuntungan bagi DKI.
 
"Sekarang ini kemajuannya aset DKI luar biasa. Misalnya yang sudah tercatat dengan baik kepemilikan Pulau Seribu, aset di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan," ujarnya.
 
Saefullah mengaku akan terus memperbaiki pencatatan aset daerah. Pencatatan aset akan dimulai secara berjenjang, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga kota.
 
Sementara itu, BPAD terus mencari bukti kepemilikan aset yang hilang. "Banyak cara, kita akan cari terus. Pasti dapat. Badan Pertanahan Nasional bisa kasih duplikasi dan segala macamnya," kata Saefullah.
 
Seperti diketahui, minimnya pendataan membuat Pemerintah DKI kehilangan lahan di Cengkareng Barat. Tanah seluas 4,6 hektare itu memiliki dua sertifikat kepemilikan, sertifikat atas nama Toeti Noezlar Soekarno dan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan. Akibatnya, DKI Jakarta mengalami kerugian sebesar Rp668 miliar.


(FZN)

Sikap Setnov di Persidangan akan Menambah Berat Hukuman

Sikap Setnov di Persidangan akan Menambah Berat Hukuman

6 minutes Ago

Sikap Setya Novanto yang memilih diam tidak menjawab Hakim di dalam sidang akan menjadi poin ya…

BERITA LAINNYA