Full Day School di Jakarta Memanfaatkan Dana CSR

Ilham wibowo    •    Senin, 19 Jun 2017 14:46 WIB
sekolah sehari penuh
<i>Full Day School</i> di Jakarta Memanfaatkan Dana CSR
Ilustrasi sekolah/ANT/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Penerapan metode full day school di DKI Jakarta tak hanya ditunjang kehadiran infrastruktur dan pemahaman tenaga pengajar. Sekolah perlu berinisiatif melakukan terobosan pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) pihak swasta.

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susie Nurhati mengatakan, terobosan itu dimaksudkan agar pembinaan karakter siswa dilakukan lebih inovatif. Sebab, dana yang ditarik melalui pungutan orang tua sudah tidak boleh dilakukan seluruh sekolah.

"DKI dekat dengan fasilitas, tapi juga banyak kendala seperti anggaran, siswa berangkat ke suatu lokasi pembelajaran kan butuh ongkos, maka mesti ada terobosan," kata Susie kepada Metrotvnews.com, Senin 19 Juni 2017.

Menurut Susie, total anggaran pendidikan DKI Jakarta tahun 2017 Rp17,4 triliun hanya dialokasikan untuk pembenahan fisik gedung sekolah, bantuan operasional pendidikan (BOP) serta alokasi Kartu Jakarta Pintar (KJP). Permasalahan anggaran tidak berlaku di sekolah dengan fasilitas lengkap seperti laboratorium hidup maupun peralatan praktikum.

Namun, Disdik menyiapkan skema kerja sama lintas instansi bagi sekolah yang memiliki keterbatasan. Tenaga pengajar akan berkolaborasi ilmu untuk menunjang sarana pengembangan karakter siswa.

"Kita dorong karakter pertumbuhan anak melalui pelatihan dengan instansi lain, misalnya pos peduli lingkungan, kesehatan, kependudukan, olahraga maupun perusahaan otomotif untuk siswa sekolah kejuruan," beber dia.

Susie mengatakan, sekolah di Jakarta siap mengimplementasikan metode pendidikan sekolah lima hari serta delapan jam dalam sehari itu. Siswa diharapkan tak hanya berinteraksi dengan guru untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Mereka juga bisa mendapatkan pembelajaran lebih kontekstual di dunia nyata.

"Bukan penekanan lima hari belajar di sekolahnya, tapi bagaiamana agar anak senang berada di sekolah," ucap Susie.


(OJE)