DKI Berencana Beli 6 Kereta TransJakarta Senilai Rp360 Miliar

Intan fauzi    •    Senin, 10 Apr 2017 16:08 WIB
transjakartatransportasi
DKI Berencana Beli 6 Kereta TransJakarta Senilai Rp360 Miliar
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Ssaefullah--Metrotvnews.com/Mohammad Rizal

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menyediakan kebutuhan transportasi kereta bagi masyarakat melalui PT TransJakarta. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Ssaefullah menyebut perkiraan anggaran belanja kereta mencapai Rp360 miliar untuk enam rangkaian kereta.

"Karena ada enam rangkaian kereta, masing-masing rangkaian itu ada enam kereta. Saya hitung sekitar Rp360 miliar," kata Saefullah usai rapat pimpinan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 10 April 2017.

Baca: Transjakarta bakal Hadirkan Kapal dan Kereta

Dana itu belum dianggarkan. Saefullah bilang, duitnya bisa dianggarkan di APBD Perubahan 2017 atau APBD 2018. "Ini tidak dapat serta merta, karena uang banyak. Jadi harus betul-betul perencanaannya teralokasi dari awal," jelas Saefullah.

Kereta tersebut bakal digunakan untuk commuter line. Rencana itu muncul karena melihat padatnya pengguna commuter line, terutama pada jam-jam sibuk.

"Realitanya saat ini transporatsi commuter ini kalau kita lihat masuk pagi mau ke Jakarta dari Bogor, Lenteng Agung, Depok sampai ke Jakarta luar biasa padatnya," ungkap Saefullah.

Kendati commuter line selama ini dipegang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), Saefullah bilang, PT TransJakarta masih bisa ikut berkontribusi. Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu mengatakan, teknis kereta diserahkan ke PT KAI.

"Atau suatu saat bisa kita hibahkan. Kan boleh hibah. Tapi kan ini kepentingan siapa? Kepentingan orang yang bekerja di Jakarta, kan masyarakat," jelas dia.

Saefullah memastikan rencana itu baru berupa ide. Secara informal rencana tersebut sudah disampaikan pada pihak terkait oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. "Secara informal Plt sudah bicarakan dengan Kemenhub dengan PT KAI dan sebagainya," tutur Saefullah.


(YDH)