Pelepasan Saham PT Delta Tergantung Rapat di DPRD

Nur Azizah    •    Kamis, 12 Jul 2018 19:05 WIB
Penjualan saham PT Delta
Pelepasan Saham PT Delta Tergantung Rapat di DPRD
DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani.

Jakarta: Gubernur Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi belum satu suara soal pelepasan saham PT Delta Djakarta. Namun, putusan final ada di rapat pimpinan gabungan di DPRD.

Sekretaris Komisi Bidang Keuangan DPRD DKI James Arifin Sianipar menerangkan pelepasan saham harus dibahas bersama anggota Dewan. Dari sana, DPRD menentukan sikap.  

"Enggak elok juga kalau enggak dibahas. Ketua DPRD kan juga harus menghargai hak-hak anggotanya untuk membahas," kata Sekretaris Komisi Bidang Keuangan DPRD DKI James Arifin Sianipar saat dihubungi, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juli 2018.

Kendati begitu, James menyayangkan keputusan Anies untuk melepas saham PT Delta. Padahal, produsen minuman keras itu telah memberikan deviden sebesar Rp38 miliar per tahun.

Politikus Partai NasDem ini lantas mempertanyakan alasan Anies melepas saham PT Delta. PT Delta dianggap sebagai perusahaan yang sehat. 

Ia justru menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melepas tiga badan usaha milik daerah (BUMD) yang tidak menguntungkan. BUMD itu adalah PT Graha Sahari Surya Jaya, PT Pakuan Internasional, dan PT Ratax Armada.

Baca: Ketua DPRD tak Merestui Anies Lepas Saham Perusahaan Bir

"Tiga BUMD tadi yang sudah tidak pernah lagi kasih deviden selama hampir tujuh tahun," ungkap dia.

Isu penjualan saham PT Delta sedang menghangat beberapa waktu terakhir. Penjualan saham adalah janji kampanye Anies saat pilkada 2017.

Anies pun ngotot melepas saham di perusahaan bir itu karena menginginkan uang halal. Namun, Prasetio Edi tak merestui karena alasan Anies dinilai mengada-ada.


(OGI)