Peras Tersangka Kasus Narkoba

4 Polisi Gambir Terancam Dipecat

Ilham wibowo    •    Rabu, 19 Oct 2016 17:08 WIB
kasus pemerasan
4 Polisi Gambir Terancam Dipecat
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasubdit I Reskrim Polsek Metro Gambir Iptu S, anggota Unit Reskrim Polsek Metro Gambir Aiptu T; Aipda EB dan Brigadir R, terancam dipecat. Tanpa hormat. Mereka terbukti memeras tersangka kasus narkoba berinisial A sebanyak Rp97 juta.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, seluruh yang terlibat kasus ini akan diperiksa. "Jika ada perintah atasan, nanti kita proses. Kalau ada perwira lain juga kita akan tangkap," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016)
 
S dan kawan-kawan dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Nasib mereka di Korps Bhayangkara kini diujung tanduk.
 
Menurut Awi, berdasarkan Pasal 22 ayat (1) Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian, keempat oknum tersebut bakal mendapatkan sanksi pemberhentian tanpa hormat.
 
"Anggota Polri yang melakukan tindak pidana dengan ancaman empat tahun atau lebih, dikenakan sanksi pemberhentian tanpa hormat. Dengan catatan, telah diputus pengadilan dengan kekuatan hukum tetap," ujar Awi.
 
Kasus pemerasan ini terungkap ketika Tim Subbidpaminal Propam Polda Metro Jaya menemukan uang hasil pemerasan senilai Rp97 juta di dalam ruang Reskrim Polsek Gambir. Uang itu berada di atas meja dan berada di dalam amplop cokelat. Di amplop itu tertulis 'Bank BCA kepada penyidik subdit I Reskrim Polsek Metro Gambir Polres Metro Jakarta Pusat'.
 
Sebelum melakukan OTT, Tim telah melakukan pemantauan. Setelah transaksi oleh kakak A yang berinisial M kepada Aiptu Sukarmin, Anto dilepaskan penyidik.
 
"Tahanan dikeluarkan sebelum adanya proses yang legal, tindak pidananya sudah sempurna," kata Risto Kasubdit Paminal Polda Metro Jaya AKBP Risto Samudra.
 
Menurut Risto, keluarga A menyanggupi dan menyepakati harga damai dengan memberikan duit sejumlah Rp97 juta.
 
"Motifnya memeras. Faktanya keluarga merasa diperas, keluarga tidak ada inisiatif menyuap. Keluarga tertekan sampai minjem-minjem (uang) di tempat lain," kata Risto.
 
Dari OTT tersebut, tim menyita barang bukti berupa uang Rp97 juta di ruangan Subnit 1 Unitreskrim Polsek Metro Gambir, narkoba jenis ekstasi sebanyak 20 butir, berkas perkara penyidikan atas nama Anto, KTA anggota Subnit 1 Unitreskrim Polsek Metro Gambir serta empat ponsel milik anggota Subnit 1 Unitreskrim Polsek Metro Gambir.


 
(FZN)