BBWSCC Minta Anies Memprioritaskan Normalisasi Sungai

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 14 Nov 2017 16:30 WIB
banjir jakarta
BBWSCC Minta Anies Memprioritaskan Normalisasi Sungai
Normalisasi aliran Kanal Banjir Barat 6 November 2017/MI/Arya Manggala

Jakarta: Proyek normalisasi sejumlah sungai di Ibu Kota terhenti sementara karena terkendala pembebasan lahan. Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memprioritaskan program itu di masa pemerintahannya.

"Ini harus jadi program prioritas karena untuk menangani banjir kan jadi satu kesatuan. Karena mau tidak mau untuk DKI salah satu cara meminimalisasi banjir dengan normalisasi," kata Kepala BWSCC Jarot Widyoko kepada Metrotvnews.com, Selasa 14 November 2017.

Jarot menjelaskan, proyek normalisasi di Jakarta harus dipercepat lantaran menjadi satu kesatuan dengan proyek nasional penanggulangan banjir yaitu Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor. Salah satu hilirnya bermuara ke Sungai Ciliwung yang masuk dalam proyek normalisasi.

"Ini jadi satu kesatuan dari hulu ke hilir.  Karena untuk pengendalian banjir tidak bisa satu pihak," ujarnya.

Jarot mengakui upaya pembangunan bendungan dan normalisasi tak seluruhnya bisa menuntaskan masalah banjir. Meminimalisasi menjadi salah satu upaya paling memungkinkan. Normalisasi sungai salah satunya.

"Namanya pengendalian banjir tidak ada menuntaskan banjir. Kita hanya mengeliminasi mengurangi genangan dan durasi," ucapnya.

Jarot mengungkapkan, Pemprov DKI harus segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan dengan warga. Ini menjadi kendala utama normalisasi.

"Jadi kami sebenarnya, masalah pengendalian banjir kita menunggu mana lahan-lahan yang bebas nanti kita kerjakan," kata Jarot.


(OJE)