Selama Asian Games, Ganjil Genap Berlangsung 15 Jam

Ilham wibowo    •    Sabtu, 23 Jun 2018 15:26 WIB
asian games 2018sistem ganjil genap
Selama Asian Games, Ganjil Genap Berlangsung 15 Jam
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Aturan pembatasan kendaraan pribadi dengan sistem ganjil genap di DKI Jakarta dipastikan berubah jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Selain perluasan lokasi, durasi juga bakal bertambah menjadi 15 jam dalam satu sesi per hari. 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan kebijakan perluasan sistem ganjil genap tersebut telah dikaji bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Ditlantas Polda Metro Jaya. Tujuannya, kata dia, DKI Jakarta sebagai kota tuan rumah perlu menjamin standar dari Organizing Committee of Asia (OCA) bisa terpenuhi. 

"Kalau biasanya ganjil genap dua sesi pagi jam 06.00-10.00 WIB dan sore jam 16.00- 20.00 WIB, untuk Asian Games diperluas dari jam 06.00 WIB sampai jam 21.00 WIB," ujar Andri ditemui di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Juni 2018. 

Nantinya sistem ganjil genap edisi baru tersebut bakal diterapkan terutama pada jalur yang dilalui atlet mulai dari wisma menuju venue pertandingan. Sesuai standar OCA, waktu tempuh perjalanan tak boleh lebih dari 34 menit. 

"Syaratnya agak berat, 34 menit harus sampai dari wisma atlet ke venue agar atlet tidak jenuh di perjalanan," papar Andri. 

(Baca juga: Perluasan Ganjil Genap Diterapkan sebelum Asian Games)

Lokasi sistem ganjil genap yang selama ini sudah berjalan sejak tanggal 30 Agustus 2016 seperti di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan sebagian Jalan Gatot Subroto bakal dipertahankan. Rencananya, uji coba bakal dilakukan pada pertengahan Juli 2018 mendatang. 

Adapun rencana perluasan lokasi ganjil genap tersebut antara lain: di Jalan S Parman, Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan DI Panjaitan, Jalan A.Yani dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Penerapan serupa juga berlaku di jalan Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, dan Jalan Benyamin Sueb Jakarta Pusat.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta dukungan dari masyarakat untuk menerapkan kebijakan itu. Hasil uji coba juga akan dievaluasi.

"Berkaitan dengan perluasan ganjil genap, maka akan ada tambahan rute baru TransJakarta. Harapannya agar masyarakat mulai secara perlahan terkonversi menjadi pengguna kendaraan umum," kata Sandi.

Menurut dia, kebijakan itu selaras dengan pengoperasian Light Rapid Transit (LRT) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sehingga, kata dia, ada transisi perlahan dari masyarakat. Prinsipnya, Sandi ingin secara maksimal memanfaatkan momen Asian Games.

"Momentum Asian Games ini kita harus pastikan bisa dijadikan sarana mobilisasi dan edukasi juga untuk penggunaan angkutan umum massal," ujar Sandi.
 


(REN)