Anies Diminta Komitmen Tolak Reklamasi

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 11 Jul 2017 11:43 WIB
reklamasi teluk jakarta
Anies Diminta Komitmen Tolak Reklamasi
Pulau hasil reklamasi Teluk Jakarta. Foto: Antara/Andika Wahyu.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan diminta memegang komitmennya menolak dan membatalkan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Sebab, ada indikasi Gubernur Djarot Syaiful Hidayat berupaya melanjutkan reklamasi.
 
"Mengingatkan kembali ke gubernur terpilih akan janji kampanye. Menghentikan permanen reklamasi Teluk Jakarta. Janji tolak reklamasi ini harus Anis-Sandi penuhi," kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Puput TD Putra melalui pesan tertulis, Rabu 11 Juli 2017.
 
Pernyataan ini sebagai respon adanya agenda sidang pembahasan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) reklamasi Pulau G, yang difasilitasi Dinas Lingkungan dan Kebersihan DKI Jakarta.

Baca: Pulau Reklamasi Teluk Jakarta Diaudit Ulang

Walhi menolak hadir dalam agenda yang digelar sidang ini, karena pembangunan di Pulau G cacat hukum dan tak bisa diteruskan. Walhi mengingatkan tim sinkronisasi Anies-Sandi lebih jeli dan ketat, terutama dalam mengawal agenda tolak reklamasi.

 

"Kami mengimbau kepada tim kerja Anis-Sandi agar tidak genit dan tidak main-main dalam membuat peryataan-pernyatan terkait reklamasi Teluk Jakarta," kata Puput.
 
Walhi sejak awal tidak menyetujui sidang pembahasan amdal. Sebab, sidang itu hanya mengundang warga yang mendukung reklamasi, tanpa mengundang mereka yang kontra.

Baca: Menata Jakarta, Perluas Daratan atau Perbanyak Lantai?

Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) Muara Angke merangsek masuk ke kantor Dinas Lingkungan dan Kebersihan DKI Jakarta. Mereka menginginkan pihaknya diajak ikut bergabung dalam sidang pembahasan itu.
 
KNT menyebut pembahasan tidak melibatkan nelayan asli di kawasan Pulau G. "Mereka di dalam itu penjilat semua, ngaku-ngaku nelayan tapi enggak mewakili kita," katanya.




(FZN)