Ahok Ungkap Kecurangan Pemilik Tanah di Bukti Duri

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 18 Apr 2017 12:41 WIB
penggusuran bukit duri
Ahok Ungkap Kecurangan Pemilik Tanah di Bukti Duri
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Foto: MTVN/Lukman

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkap sejumlah kecurangan yang dilakukan pemilik tanah di Bukit Duri. Mereka mengusir pengontrak dan memasukkan saudaranya agar mendapat unit rusun.
 
Hal itu diungkapkan Ahok setelah menerima pengaduan dari warga yang tidak mendapat rusun. Padahal warga itu sudah lama tinggal di Bukit Duri.
 
Ahok mengatakan, warga yang meminta rusun adalah penyewa rumah di Bukit Duri. "Jadi triknya, selama ini orang miskin ngontrak di Bukit Duri. 10 sampai 20 tahun dan punya KTP. Kemudian dia diusir oleh pemilik tanah," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 18 April 2017.
 
Setelah warga itu diusir, si pemilik tanah memasukkan keluarganya untuk tinggal di kawasan Bukit Duri. Akhirnya warga yang sudah tinggal puluhan tahun itu tidak dapat rusun.
 
"Waktu mau dapat kunci rusun, yang tinggal 20 tahun karena status kontrak enggak dapat. Unit rusunnya buat si tuan rumah, buat saudaranya," jelas Ahok.
 
Menurut Ahok, kejadian ini membuktikan bahwa yang marah saat Bukit Duri digusur bukan warga. Melainkan para pemilik tanah, pemilik kontrakan.
 
"Ini pembuktian kan? Dia (warga) lebih baik tinggal di rusun dong, murah Rp150 ribu sebulan. Pinggir sungai juga Rp150 ribu tapi jelek-jelek begitu," tegas Ahok.
 
Setelah mendapatkan rusun, para pemilik tanah biasanya ogah tinggal di rusun yang mereka miliki. Pemilik, kata Ahok, mencari siasat dengan memasukkan keluarganya ke Rusun.
 
"Tapi kan saya sudah bilang 1 KTP 1 saja. Nah banyak yang masukin keluarganya. Kalau kamu punya rusun, pasti enggak tinggal di situ dan masukkin keluarga," jelas Ahok.
 
Ahok mengungkapkan, pemilik rusun berpura-pura menempati rusunnya sendiri. Caranya dengan menghidupkan lampu dan menutup gorden.
 
"Mereka nyalain lampu tutup gorden. Nah itu yang kita sita kembali. Eh mereka ngamuk, ribut dan demo," ujar Ahok.


(FZN)