Djarot: Penghuni Rusun yang Ongkang-ongkang Silakan Keluar

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 18 Aug 2017 11:01 WIB
rusunawarusunpenghuni rusunawa
Djarot: Penghuni Rusun yang Ongkang-ongkang Silakan Keluar
Ilustrasi: Warga Bukit Duri yang telah dipindahkan ke rusun melintas di area taman Rumah Susun Rawa Bebek, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak akan mentoleransi penghuni rusun yang menunggak padahal mampu membayar sewa. Dia pun tidak mau penghuni rusun yang produktif tak bekerja sama sekali.

"Yang ada di rusun kemudian ongkang-ongkang saja, bermalas-malasan saja ya silakan keluar. Masih banyak yang mau antre!" kata Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 18 Agustus 2017.

Dia mengatakan, cara yang diterapkan pihaknya adalah pola mendidik. Dia menekankan, manusia dan bangsa Indonesia harus punya mental berjuang dan berusaha. Setiap orang harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya masing-masing.

"Saya beberapa kali sampaikan bahwa bangsa kita itu bangsa pejuang, pekerja keras. Kalau seperti ini terus mengeluh, menyerah, tidak mau berjuang untuk hidup ya sudah," ujar dia.

Djarot meminta penghuni yang sengaja tak membayar untuk pergi dari rusun. Namun, bagi warga yang memang benar-benar membutuhkan akan dibantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca: Pengelola Bakal Penghuni untuk Renovasi Rusun Cibesel

DKI akan mengkategorisasikan penggunggak rusun berdasarkan kemampuannya. Setelah dipilah, penghuni yang mampu akan ditagih satu persatu dan penghuni yang dianggap tidak mampu akan dibantu.

"Yang betul-betul tidak bisa membayar karena kaum duafa, kami bantu. Tapi, kalau mereka memang sengaja tidak mau bayar dan dia sudah bertahun tidak bayar ya saya suruh keluar supaya cari kontrakan di tempat lain," tegas Djarot.


(OGI)