Kominfo Ingatkan Pengguna Kartu Prabayar Segera Lakukan Registrasi Ulang

   •    Senin, 29 Jan 2018 11:11 WIB
kominfotelekomunikasi
Kominfo Ingatkan Pengguna Kartu Prabayar Segera Lakukan Registrasi Ulang
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan pengguna kartu prabayar untuk segera melakukan registrasi ulang maksimal sampai 28 Februari 2018.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Noor Iza mengatakan registrasi kartu prabayar berguna melindungi masyarakat terutama pengguna telepon seluler dari penyalahgunaan nomor telepon.

"Kalau data setiap nomor telepon tervalidasi, kejahatan atau penyalahgunaan bisa terminimalisasi. Operator juga diingatkan melakukan standar operasional prosedur dengan ISO 9000 sehingga data pelanggan tidak bocor dan tersebar," ungkapnya, dalam Metro Pagi Primetime, Senin 29 Januari 2018.

Noor Iza mengakui bahwa pemerintah bersama operator tidak bisa langsung menghilangkan hal-hal yang mengganggu yang diterima nomor ponsel seseorang, misalnya sms tidak berguna maupun telepon tak dikenal.

Namun dengan registrasi ulang dan validasi nomor telepon, Noor Iza memastikan sms penipuan maupun telepon tak dikenal akan terus ditekan dan diminimalisasi.

"Jangan merasa bahwa Kominfo tidak sungguh-sungguh, kami sungguh-sungguh dan ini program pemerintah melalui Kominfo bersama operator dan Kementerian Dalam Negeri untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan," katanya.

Noor Iza mengatakan hingga 28 Januari 2018 dini hari sudah ada sekitar 172 juta nomor ponsel didaftarkan ulang dari total 240 juta nomor yang aktif dan terdaftar. Ia menargetkan hingga akhir Februari seluruh nomor telepon yang aktif sudah terdaftar.

Ia mengingatkan bahwa kendala yang dialami pengguna nomor kartu prabayar saat mendaftar ulang boleh jadi karena ketidaksesuaian data kependudukan. Sementara ia memastikan bahwa data nomor ponsel tak bermasalah.

Misalnya, kata Noor, nomor induk kependudukan (KTP) sudah benar namun nomor kartu keluarga bisa jadi tidak sesuai. Jika NIK berlaku tetap sejak dilahirkan hingga meninggal, tidak demikian dengan nomor kartu keluarga.

"Nomor KK itu bisa dinamis, setiap kali ada perubahan data maka nomor KK berubah. Perubahan ini belum tentu diikuti dengan sinkronisasi data sehingga harus didaftarkan dulu ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat," ujarnya.

Orang asing dan perusahaan

Khusus bagi turis maupun warga negara asing (WNA) dan perusahaan, lembaga, instansi, dan sebagainya kewajiban melakukan registrasi ulang kartu prabayar juga berlaku. WNA bisa mendapatkan nomor kartu prabayar dengan mendaftarkan nomor paspor atau KITAS.

"Bisa konsultasi ke gerai operator. Operator tentu punya cara tertentu mendaftarkan nomor atas nama perusahaan atau atas nama lain yang terpenting nomornya valid," katanya.

Untuk memudahkan pendaftaran, selain datang langsung ke gerai, WNA yang baru tiba di Indonesia juga bisa langsung mendapatkan nomor kartu prabayar dengan datang ke gerai operator seluler yang ada di sejumlah bandara.

"Pengguna kartu prabayar yang tidak registrasi ulang akan kita tutup akses telepon dan sms keluar. Setelah 15 hari tidak juga mendaftar telepon dan sms masuk juga akan diblok. Setekah itu tidak juga mendaftar akses telepon dan sms masuk dan keluar sekaligus internet akan kita tutup sampai regitrasi dilakukan. Kalau registrasi sudah dilakukan nomor bisa digunakan kembali," jelasnya.




(MEL)