Sidang Gugatan Class Action tak Pengaruhi Penerbitan SP III

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:27 WIB
penggusuran bukit duri
Sidang Gugatan Class Action tak Pengaruhi Penerbitan SP III
Lurah Bukit Duri Mardi Youce. Foto: Whisnu Mardiansyah/Metrotvnews.com.

Metrotvnews.com,Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan tetap akan memberikan surat peringatan (SP) III kepada warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, meski sidang gugatan class action warga masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebab, hingga kini belum ada keputusan yang memerintahkan penghentian relokasi.

Lurah Bukit Duri Mardi Youce menegaskan, sidang gugatan class action tak mempengaruhi penerbitan SP III. Pasalnya, sidang tersebut belum memutuskan penghentian relokasi.

"Enggak apa-apa (dengan sidang class action), itu kan hak mereka tetap berjalan SP III," kata Mardi kepada Metrotvnews.com di Kelurahan Bukit Duri, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Baca: SP III Kepada Warga Bukit Duri Dilayangkan Hari Ini

Menurut Mardi, sebagian warga di RT 06 RW 12 yang ikut menggugat juga sudah mengambil unit rusun. Mereka tidak sepenuhnya ikut sidang gugatan class action dan lebih memilih direlokasi ke Rusun Rawa Bebek.

"Sudah ada enam yang ambil kunci. Enggak semua warga RT 6, ada juga yang mau ngambil malah dimarahin sama mereka (LSM Saung Merdeka Ciliwung)," kata Mardi.


Suasana pemukiman di kawasan Bukit Duri. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi menghadiri proses mediasi sidang class action warga Bukit Duri, Jakarta Selatan. Keduanya merupakan pemberi kuasa penertiban kawasan Bukit Duri.

Menurut Ketua Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memimpin sidang class action warga Bukit Duri, Didik Riyono Putro, Ahok dan Tri mesti menghargai upaya proses hukum warga Bukit Duri.

 


(AZF)

Video /