Ribuan Anak Jalanan di Ibu Kota Hidup Telantar

Nur Azizah    •    Senin, 28 Nov 2016 13:09 WIB
anak jalanan
Ribuan Anak Jalanan di Ibu Kota Hidup Telantar
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (batik). Foto: MI/Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meningkatkan pengawasan pada anak-anak yang hidup telantar di jalanan. Jumlah anak jalanan di Ibu Kota makin mengkhawatirkan.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengungkapkan, sebanyak 7.600 anak hidup telantar. Ia sudah meminta Dinas Sosial untuk menangani anak-anak tersebut. Menurut Sumarsono, perlu ada tempat untuk membina anak-anak tersebut agar bisa hidup mandiri.
 
"Dinas Sosial menangani mereka secara proporsional. Kami tidak bisa membiarkan mereka telantar begitu saja. Kami harus memberikan jalan keluar," kata Sumarsono di Balai Kota, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).
 
Sumarsono meminta petugas memperlakukan anak-anak dengan baik. Sebab, mereka hanya korban, bukan penjahat jalanan. Menurut Sumarsono, anak jalanan juga manusia yang memiliki harkat dan martabat.
 
"Satu sisi memang kami kasihan pada mereka. Tapi, ada rambu-rambu mengatur tentang anak jalanan," ujarnya.
 
Kemarin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bersama ratusan anak-anak Indonesia mendeklarasikan `Indonesia Bebas Anak Jalanan 2017`. Pembacaan deklarasi untuk tidak kembali ke jalan dibacakan dua perwakilan anak.
 
Berdasarkan data Kementerian Sosial, jumlah anak jalanan mencapai 33.400 orang. Mereka tersebar di 16 provinsi. Anak jalanan yang mendapat layanan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) baru 6 ribu orang pada 2016.
 
"Jumlah anak jalanan tertinggi di DKI Jakarta sebanyak 7.600 anak, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah sebanyak 5 ribu anak, dan 2 ribu anak di Jawa Timur," kata Khofifah.
 
Situasi dan kondisi jalanan sangat keras dan membahayakan anak-anak. Ancaman kecelakaan, eksploitasi, penyakit, kekerasan, perdagangan anak, dan pelecehan seksual sering mereka alami.
 
Menurut Khofifah, penanganan anak jalanan adalah tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota.


(FZN)