Istilah Cebong dan Kampret Dinilai Menyesatkan

Theofilus Ifan Sucipto    •    Minggu, 03 Feb 2019 11:42 WIB
pilpres 2019pemilu serentak 2019
Istilah Cebong dan Kampret Dinilai Menyesatkan
Atribut gerakan Kebajikan Indonesia. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto,

Jakarta: Para pendukung pasangan calon presiden diminta menghentikan penggunaan itilah kampret dan kecebong. Istilah yang digunakan dinilai tidak elok dan tidak baik untuk demokrasi.
 
Ketua Gerakan Kebajikan Pancasila Saifullah Ma'shum mengatkan, istilah itu mencerminkan ketidaksantunan dan sebuah kemarahan para pendukung capres.
 
"Terminologi itu menjadi kosakata yang tidak elok untuk kita hidupkan di negeri ini," kata Saifullah saat berbincang dengan Medcom.id di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu, 3 Februari 2019.
 
Narasi ini, kata dia, menghambat perjuangan Indonesia membangun demokrasi yang baik. "Kita ingin kosakata ini disudahi. itu menyesatkan dan jangan ada lagi," tutur Saifullah. 

Baca: Sandi Minta Penggunaan Istilah 'Kecebong' dan 'Kampret' Dihentikan

Gerakan Kebajikan Indonesia berusaha mencapai tujuan itu dengan mengadakan kampanye demokrasi anti-hoaks dan menjunjung Pancasila di hari bebas kendaraan.
 
Mereka melakukan beberapa kegiatan, seperti mengajak masyarakat menandatangani spanduk anti-hoaks dan kecebong kampret, membuat poster bertuliskan pesan positif, serta menjual kaos dengan sablon pesan positif.




(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA