PLN Dorong Jakarta Bebas Sampah 2020

   •    Kamis, 19 Oct 2017 01:58 WIB
sampah jakarta
PLN Dorong Jakarta Bebas Sampah 2020
Petugas kebersihan mengangkat sampah di Bank Sampah Gesit, Jakarta. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Metrotvnews.com, Jakarta: PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) turut mendukung pengembangan program Bank Sampah milik Pemprov DKI. Secara simbolis, PLN memberi bantuan kepada Bank Sampah Anyelir di Kelurahan Kramatjati, Jakarta Timur sebanyak Rp112 juta untuk sarana prasarana dan sosialisasi. 

"PLN mendukung gerakan clean up menuju Jakarta Bebas Sampah 2020. Semoga menabung Bank Sampah bisa menjadi pola hidup masyarakat Jakarta," kata Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Disjaya Aries Dwianto dalam keterangannya, Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.

Bank Sampah membeli sampah plastik bersih seharga Rp5.000, kardus Rp1.500, kertas putih Rp1.500, aluminium Rp8.000 dan lainnya.

(Baca juga: Pengelolaan Sampah Diusulkan Jadi Indikator Penilaian Lurah dan Camat)

Berdasarkan hasil riset Waste4Change, sebanyal 74% masyarakat menumpuk dan membuang sampahnya. Sementara hanya 19% masyarakat memilah sampahnya dan seabnyak 2% masyarakat yang membakar sampahnya.

Tingkat partisipasi masyarakat untuk memilah sampah dinilai masih rendah. Padahal sampah yang terpilah bisa menambah pundi-pundi ekonomi kelurga dengan ditabung di bank sampah untuk sampah anorganik dan dibuat kompos untuk sampah organik.

"Dengan adanya stimulus mengubah sampah jadi rupiah, harapannya masyarakat bisa memilah sampahnya dan menabung di Bank Sampah sehingga mimpi Jakarta Bebas Sampah 2020 bisa terwujud," tegas Aries.

(Baca juga: RT dan RW Diminta Proaktif Mengawasi Lingkungan)

Jakarta Bebas Sampah 2020 merupakan program Pemprov DKI Jakarta untuk merubah pola pikir dan pola hidup masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan, dalam sehari sekitar 7.500 ton sampah dihasilkan dari masyarakat Ibu Kota. Sampah Jakarta terdiri dari 59% sampah organik, 15% kertas, 14% plastik dan 17% lainnya. 

Dari jumlah sampah Jakarta tersebut, 79% diangkut dan diolah ke PTSP Bantargebang. Sisanya sebanyak 21% tidak terangkut.


(HUS)