Sumarsono: Tak Boleh Bangun Jakarta Tanpa Betawi

Ilham wibowo    •    Jumat, 25 Nov 2016 18:45 WIB
pemprov dki
Sumarsono: Tak Boleh Bangun Jakarta Tanpa Betawi
Sumarsono (tengah). Antara Foto/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menginginkan Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2017 cepat dicairkan. Kebijakan tersebut di dalamnya termasuk pencairan dana hibah Badan Musyawarah (Bamus) Betawi.

Soni, sapaan Sumarsono, menegaskan, dirinya tak sepakat jika disebut merombak seluruh dokumen anggaran Pemerintahan DKI Jakarta. Ia hanya berpesan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI Jakarta untuk memperhatikan sektor kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan Betawi.

"Betawi itu adalah pemilik kebudayaan di Jakarta. Kami tidak boleh membangun Jakarta tanpa Betawi," kata Soni di kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Soni mengaku tak paham asal usul tudingan perombakan dokumen. Baginya, penambahan anggaran sudah disesuaikan dengan peningkatan pendapatan dari sektor pajak daerah. Dia mengakui ingin pengesahan anggaran dipercepat.

Soni menjamin, detail rancangan dalam dokumen KUA-PPAS tak terjadi perubahan. Bahkan, Soni juga telah mengkonfirmasi hal ini kepada Sektretaris Daerah DKI Jakarta dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

"Saya kira bisa dicek, dana APBD bisa dilihat melalui website. Oleh karena itu kita jalan terus. Kepentingan publik tidak boleh terabaikan hanya karena persoalan penambahan KUA-PPPAS. Ini adalah kebijakan publik yang harus dihormati baik eksekutif maupun legislatif," paparnya.

Dalam berita sebelumnya, Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama mengkritisi dana hibah Rp5 miliar yang dialokasikan Sumarsono kepada Bamus Betawi dalam APBD 2017. Dia mempertanyakan peruntukan dana tersebut.

Ahok menyarankan anggaran kegiatan operasional Bamus Betawi dimasukkan ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) Setu Babakan. Menurut dia, biaya seluruh kegiatan budaya Betawi sudah diakomodasi dalam UPT Setu Babakan.


(TRK)