Ada Alasan Strategis di Balik Pemindahan Depo MRT

Husen Miftahudin    •    Kamis, 16 Mar 2017 11:57 WIB
proyek mrt
Ada Alasan Strategis di Balik Pemindahan Depo MRT
Proses pembangunan MRT. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan menyatakan ada alasan strategis di balik rencana pemindahan depo kereta mass rapid transit (MRT) dari Kampung Bandan ke Ancol.

Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Joyce Hutajulu membantah bila PT KAI tidak mau memberi lahan Kampung Bandan kepada PT MRT Jakarta. Apalagi dengan adanya embel-embel lahan sudah dikerjasamakan dengan pihak ketiga. 

"Lahan Kampung Bandan untuk pembangunan depo kereta MRT sudah disediakan PT KAI. Bahkan sudah sesuai studi kelayakan dan kajian," kata Joyce kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

Namun, lahan tersebut akhirnya tak digunakan karena ada lahan yang lebih strategis, yakni di Ancol Timur. Berdasarkan kajian, depo MRT di Ancol diyakini mampu mengurai kemacetan Ibu Kota.

"Nah, mungkin di sini ada keinginan pemda untuk memperpanjang jalur hingga ke Ancol," ujar Joyce.

Joyce tak menampik Kampung Bandan awalnya menjadi wilayah transportasi publik yang terintegrasi antara KRL Jabodetabek dengan MRT. Terlebih lahan Kampung Bandan masih cukup besar untuk membangun depo.

Baca: Jalur MRT Fase Dua Diperpanjang hingga Ancol Timur

Karena masih sebatas studi, rencana pembangunan depo bisa berubah sesuai pertimbangan Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta. Menurut perkiraan Joyce, beberapa pertimbangan perubahan trase fase II adalah dampak ekonomi yang akan ditimbulkan nantinya karena Ancol merupakan daerah wisata.



Studi Berkembang

Seiring waktu, kata dia, studi awal akan berkembang sesuai pertimbangan yang ada. Dari hasil studi kelayakan, pemegang proyek bisa mengusulkan desain baru. Bisa juga pemegang anggaran meminta mengubah studi dan kajian.

"Kembali lagi, karena ada pertimbangan. Misalnya, ada perubahan tata ruang, maka studi dan kajian awal tak digunakan lagi. Karena yang menjadi dasar pembangunan adalah desain, bukan lagi studi," kata Joyce.

Baca: Sumarsono Usul Lahan Kampung Bandan Dibangun TOD dan Rusunawa

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar sudah menggandeng PT Pembangunan Jaya Ancol, tbk (PJAA) untuk membangun depo kereta MRT di Ancol Timur. Bahkan, William sudah meneken MoU dengan pihak PJAA di depan Plt Gubernur DKI Sumarsono pada 3 Maret 2017.

William menyebut, pembangunan fase II MRT nantinya dibagi menjadi dua bagian, yakni trase fase II-a untuk Bundaran HI-Kampung Bandan dan trase fase II-b untuk Kampung Bandan-Ancol Timur. 

Pembangunan MRT untuk trase Bundaran HI-Kampung Bandang sepanjang 8,5 kilometer memakan biaya Rp22,5 triliun. Sedangkan trase Bundaran HI-Ancol Timur sepanjang 14,6 kilometer membutuhkan investasi Rp31,68 triliun.

Baca: Ahok Kesal Anggota DPRD Tolak Perpanjangan Proyek MRT

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Triwisaksana menolak usulan pembiayaan perpanjangan jalur MRT akibat perubahan depo. Mereka beralasan sudah ada kereta listrik Jabodetabek dari Kampung Bandan, Jakarta Kota, ke Ancol. 

Kemudian, dewan menilai sudah ada pembangunan light rapid transit (LRT) dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kemayoran, Jakarta Pusat. Jalur tersebut beririsan dengan trase penambahan jalur Kampung Bandan-Ancol Timur.

 


(UWA)

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

2 hours Ago

Golkar akan menerapkakan aturan partai terhadap kader yang dianggap melanggar aturan dan indisi…

BERITA LAINNYA