Yang Dibasmi Itu Sarangnya, Bukan Tikusnya

Nur Azizah    •    Rabu, 19 Oct 2016 15:15 WIB
hama tikus
<i>Yang Dibasmi Itu Sarangnya, Bukan Tikusnya</i>
Penampakan RW/08 dan RW/09 Kelurahan , Jakarta Pusat, yang padat dan kumuh. (Foto: MTVN/ Nur Azizah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan Basmi Tikus (GBT) yang dicanangkan Pemrov DKI Jakarta, diragukan warga. Gerakan itu akan sia-sia jika lingkungan tak dijaga. Membasmi tikus tak akan ada habisnya.

"Seharusnya yang dibasmi itu sarangnya bukan tikusnya. Lingkungan juga harus dibersihkan," tutur Ketua RW/07 Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, Anto, kepada Metrotvnews.com, Rabu (19/10/2016).

Jangan sampai, kata Dia, upah Rp20 ribu per tikus yang dijanjikan Pemerintah menguap. Ia yakin, dengan membersihkan lingkungan, tempat tikus berkembang biak akan berkurang.

Ketua RW 09 Petamburan, Jakarta Pusat, Jainul Arifin, sepakat jika lingkungannya tempat tikus berkeliaran. Tapi, Dia tak setuju bila tikus-tikus bunuh.

"Kalau dibunuh jangan. Nanti lingkungan ada yang rusak. Karena ada yang berubah," tuturnya.


Kondisi RW 08 dan 09 Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat. (Foto: MTVN/Nur Azizah)

Pria berusia 60 tahun itu lebih setuju bila Pemprov membersihkan lingkungan kumuh. Menurutnya, itu lebih ampuh ketimbang harus mematikan tikus-tikus.

RW/09 Petamburan, Jakarta Pusat, terletak di pinggir rel kereta api yang menghubungkan Tangerang dan Tanah Abang. Dalam satu RW bisa ditempati hampir 600 kepala keluarga.

Seluruh rumah di sana terbuat dari kayu dan seng. Lingkungan yang padat itu sangat ramah bagi tikus untuk berkeliaran.

"Di sini banyak sekali tikus, apalagi kalau malam. Tikusnya gede-gede," pungkasnya.


(MEL)

Kampanye Senyap Ahok-Djarot Bagian Strategi

Kampanye Senyap Ahok-Djarot Bagian Strategi

25 minutes Ago

Prasetio mengatakan, sebenarnya Ahok tetap mengunjungi warga yang sakit.

BERITA LAINNYA